Senin, 24 Agustus 2020

Pentingnya Konservasi Tanah dan Air

 

Tanah dan air adalah sumber daya alam utama yang menjadi penyokong seluruh kehidupan makhluk hidup di bumi. Diperlukan konservasi terhadap 2 komponen penting tersebut apabila terjadi kerusakan. Sebab, dua sumber daya tersebut rentan mengalami degradasi dan kerusakan, terutama akibat aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian, perumahan, infrastruktur dan industri.

Jika tanah dan air mengalami kerusakan, maka tidak akan memberikan manfaat yang dapat menopang kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya konservasi tanah dan air untuk menjaga kualitas tanah dan air agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Konservasi ini umumnya dilakukan di daerah aliran sungai dan lahan-lahan kritis.

Pengertian Konservasi Tanah dan Air

1. Pengertian Konservasi Tanah

Menurut Sitanala Arsyad (2006) konservasi tanah dalam arti luas, yakni penempatan bidang tanah pada penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Sedangkan dalam arti sempit, konservasi tanah merupakan upaya pencegahan kerusakan tanah dari erosi dan memperbaiki tanah yang rusak akibat erosi.

2. Pengertian Konservasi Air

Masih dari sumber yang sama, konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk kegiatan pertanian secara efisien dan mengatur waktu aliran air dengan meresapkannya ke dalam tanah agar ketika musim hujan tidak terjadi banjir dan ketika kemarau masih terdapat cadangan air tanah.

Dari kedua pengertian diatas, maka konservasi tanah memiliki kaitan dengan konservasi air. Karena perlakuan terhadap tanah akan mempengaruhi tata air pada lokasi tersebut dan tempat hilirnya.

Latar Belakang Konservasi

Konservasi tanah dan air penting untuk dilakukan agar tanah tetap terpelihara dan air tetap tersedia. Jika konservasi tidak dilakukan, dikhawatirkan akan muncul masalah, sebagai berikut:

·                 Unsur hara yang seharusnya terkandung dalam tanah dan bahan organik akan hilang

·                 Terjadi proses salinisasi atau terkumpulnya garam / racun dalam tanah

·                 Air tawar pada akar dan batang akan jenuh

·                 Erosi tanah

Tujuan Konservasi Tanah dan Air

Kegiatan konservasi yang dilakukan pada tanah bertujuan untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, dan memelihara serta meningkatkan produktivitas tanah.

Sedangkan, tujuan konservasi air ialah:

·                     untuk menjamin tersedianya air untuk generasi mendatang

·                     penghematan air baik dari segi pengambilan dan pengolahan

·        konservasi habitat, yaitu pemanfaatan air oleh manusia harus dikelola dengan baik agar persediaan sumber air bersih untuk habitat liar dan penerimaan migrasi aliran air

Metode Konservasi Tanah dan Air

Terdapat tiga teknik atau metode yang digunakan untuk melakukan konservasi , antara lain:

1. Metode Vegetatif

Metode vegetatif yaitu metode yang menggunakan tanaman atau bagian tanaman untuk mengurangi daya tumbuk air hujan dengan tanah. Tujuannya adalah agar air hujan tidak langsung bertabrakan dengan tanah, mengurangi laju dan jumlah air di permukaan sehingga mengurangi erosi tanah.

Teknik vegetatif meliputi beberapa sistem berikut:

a. Pertanian Lorong

Pertanaman Lorong atau (alley cropping) adalah melakukan penanaman tanaman perdu leguminosa yang ditanam berbaris dan rapat (10 cm – 25 cm) mengikuti kontur tanah atau sebagai pagar. Umumnya cara ini dilakukan pada lahan dengan kondisi miring untuk menahan erosi.

Teknik ini terbukti efektif dalam menghambat erosi. Melalui pembuatan tanaman lorong, maka secara alami 3-4 tahun kemudian akan tercipta teras dengan sendirinya. Oleh sebab itu, metode ini juga populer dikeanal dengan teras kredit.


b. Sistem Silvopastura

Sistem Silvopastura adalah salah satu dari sistem tumpangsari, yaitu menanam tanaman pakan dibawah tegakan pohon, seperti rumput gajah dan setaria. Sehingga tanaman pakan tersebut juga dapat digunakan untuk konsumsi hewan ternak.

Beberapa penerapan teknik silvoapstura di Indonesia antara lain

·                     tanaman pakan di hutan tanaman industri

·                     tanaman pakan di hutan sekundar

·                     tanaman pohon sebagai penghasil pakan ternak

·                     tanaman pak sebagai pagar hidup


c. Pemberian Mulsa

Pemberian Mulsa adalah menutupi tanah dengan mulsa agar permukaan tanah tidak terkena air hujan secara langsung. Mulsa tersebut berupa sisa tanaman, hasil pangkasan tanaman, dan lain sebagainya.

Penggunaan mulsa cukup efektif untuk mencegah erosi, terutama akibat erosi percik. Selain itu, mulsa akan memberikan bahan-bahan organik pada tanah melalui proses dekomposisi.

2. Metode Mekanik

Metode Mekanik, yaitu perlakuan fisik yang diberikan kepada tanah dengan membuat bangunan untuk mengurangi aliran permukaan air, sehingga tidak terjadi erosi dan dapat meningkatkan penggunaan tanah.

Berikut ini adalah beberapa metode mekanik yang umumnya diterapkan:

·            Pengolahan tanah

·            Teras

·   Guludan (pembuatan pematang tanah secara sejajar dengan garis kontur)

·            Penghambat

·            Waduk

·            Rorak / parit (saluran air buntu untuk sedimentasi)

·            Pembuatan drainase

·            Irigasi

·            Lubang resapan (biopori)

·            Sumur resapan

3. Metode Kimia

Metode Kimia, selain metode vegetatif dan mekanik terdapat pula metode kimia untuk mecegah erosi. Tanah akan diberikan soil conditioner untuk memperbaiki struktur tanah.

Penerapan Konservasi Tanah dan Air

Kegiatan konservasi sebaiknya didahului dengan perencanaan yang matang mengenai apa saja yang akan dilakukan dan pendekatan terhadap masyarakat. Masyarakat perlu dilibatkan karena memiliki andil dalam melanjutkan program konservasi tersebut.

Oleh karena itu, konservasi tanah dan air harus dilakukan dengan sistem parsitipatif, agar:

·            Masyarakat sadar terhadap pentingnya lingkungan, terutama tanah dan air

·    Masyarakat tergerak untuk melaksanakan konservasi di lingkungan sekitarnya

·      Kerjasama antar pemilik kepentingan, yakni masyarakat, swasta dan pemerintah

·                Diperlukan sosialisasi agar muncul kesadaran masyarakat

·                Diperlukan pendampingan sebelum masyarakat dapat mandiri

·                Pendampingan oleh ahli yang berganti-ganti tidak akan efektif

·                Memerlukan waktu lama dalam kerjasama antar stakeholder

Sosialisasi merupakan dasar dari keberhasilan kegiatan konservasi karena menjadi awal pemahakam mengenai tujuan kegiatan konservasi tanah dan air.

Kegiatan sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialiasi kepada pemerintah daerah dan sosialisas kepada masyarakat melalui koordinasi jenjang pemerintahan (kecamatan, kelurahan atau desa).

Kegiatan sosialisasi terhadap pemerintah daerah bertujuan untuk memberi pemahaman akan pentingnya langkah konservasi guna membentuk sinergi yang parsitipatif dengan program-program lainnya.

Sedangkan sosialisasi kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan arahan tentang masalah yang mungkin muncul dalam jangka pendek maupun panjang terkait pengelolaan tanah dan air.

Apabila masyarakat telah mengerti, maka dilanjutkan dengan menjelaskan pentingnya upaya konservasi tanah dan air serta pentingnya peran masyarakat dalam kesuksesan program KTA. Usul dan pendapat dari masyarakat juga harus ditampung untuk memperkaya strategi konservasi.

 

 

 

Senin, 27 Juli 2020

Pembinaan Kelompok Tani Hutan



Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disingkat KTH adalah kumpulan petani warga negara Indonesia yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan.
KTH memiliki fungsi sebagai media:
a.     Pembelajaran masyarakat;
b.     Peningkatan kapasitas sumber daya manusia;
c.     Pemecahan permasalahan;
d.     Kerja sama dan gotong royong;
e.     Pengembangan usaha produktif, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan;
f.      Peningkatan kepedulian terhadap kelestarian hutan.


Ketentuan pembentukan KTH :
Ø Keanggotaan KTH paling sedikit 15 (lima belas) orang;
Ø Terdapat unsur Pelaku Utama yang berdomisili dalam 1 (satu) wilayah administrasi desa/kelurahan dan dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP);
Ø Melakukan kegiatan dibidang kehutanan.
Kegiatan dibidang kehutanan terdiri dalam bentuk:
a.     Hutan Rakyat (HR);
b.     Pembibitan tanaman kehutanan;
c.     Penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman kehutanan;
d.     Agroforestry/agrosilvopasture/agrosilvofishery;
e.     Pemanfaatan jasa lingkungan;
f.      Pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar;
g.     Pemungutan hasil hutan bukan kayu;
h.     Konservasi tanah dan air;
i.       Perlindungan dan konservasi alam.
· Gabungan Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disebut GAPOKTANHUT adalah gabungan dari beberapa KTH untuk meningkatkan usaha.
·  Penyuluhan Kehutanan adalah proses pembelajaran bagi Pelaku Utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
·   Pendampingan adalah aktivitas penyuluhan yang dilakukan secara terus menerus pada kegiatan pembangunan kehutanan untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan kehutanan serta keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
·       Pendamping adalah Penyuluh Kehutanan dan pihak lain yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan kegiatan pembangunan kehutanan sesuai dengan kompetensinya.
·     Pelaku Utama adalah masyarakat di dalam dan di luar kawasan hutan, petani beserta keluarga intinya.
·  Pelaku Usaha adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha kehutanan dan yang berkaitan dengan bidang kehutanan.
·  Hutan Rakyat yang selanjutnya disingkat HR adalah hutan yang tumbuh di atas tanah yang dibebani hak milik maupun hak lainnya dengan ketentuan luas minimum 0,25 (nol koma dua lima) hektar, penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan tanaman lainnya lebih dari 50% (lima puluh perseratus).

     KUNCI SUKSES KELOMPOK TANI HUTAN
1.   Keberhasilan aspek kelola kelembagaan dilakukan melalui kegiatan :
a.   Pembagian tugas, peran, tanggung jawab dan wewenang setiap pengurus KTH;
b.  Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  (AD/ART) dan/atau aturan kelompok;
c.         Penyusunan kelengkapan administrasi kelompok;
d.         Pembuatan rencana kegiatan KTH;
e.         Peningkatan kapasitas sumber daya manusia KTH;
f.  Peningkatan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, gotong royong, kejujuran, dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan kelompok;
g.        Pembentukan kader dan regenerasi kepemimpinan dalam kelompok;
h.        Penyusunan laporan kemajuan KTH setiap akhir tahun.
2.  Keberhasilan aspek kelola kawasan dilakukan melalui kegiatan :
a.        Pemahaman terhadap batas wilayah kelola;
b.       Paktivitas kelompok dalam melakukan rehabilitasi (penanaman lahan kritis/kosong/tidak produktif, turus jalan, kanan kiri sungai);
c.        Pemanfaatan wilayah kelola sesuai dengan potensi;
d.    Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam pelestarian hutan dan konservasi sumber daya alam;
e.   Pencapaian pengelolaan hutan lestari yang antara lain perolehan sertifikat pengelolaan hutan lestari.
3.  Keberhasilan aspek kelola usaha dilakukan melalui kegiatan :
a.   Penyusunan rencana dan analisis usaha bidang kehutanan;
b.   Penguatan manajemen usaha tani;
c.   Pengembangan diversifikasi usaha produktif kehutanan lainnya;
d.   Penyelenggaraan temu usaha KTH dengan pelaku usaha;
e.   Pengembangan kerjasama, jejaring kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha;
f.     Peningkatan akses informasi dan teknologi dari berbagai sumber;
g.   Mendorong pembentukan badan usaha/koperasi.


Rabu, 17 Juni 2020

Menjaga Kelestarian Air




Air adalah suatu unsur yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan air, kita bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan sesuai keinginan kita dan mengkonsumsinya agar tetap hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, akan tetapi makhluk hidup sangat butuh terhadap air. Bisa dilihat bahwa sebagian bumi bahkan dalam persentasenya bumi hampir di kelilingi oleh air, sehingga bisa dibilang bahwa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan kehidupan manusia.
Apa jadinya jika suatu saat kita mengha­dapi kekurangan air. Hampir dapat dipasti­kan, kita akan mengalami dehi­drasi, badan menjadi lemas dan yang paling mengenas­kan bmisa menyebabkan kea­tian. Meski pun kita lapar, namun dengan adanya air mi­num, kita masih dapat me­nahan rasa lapar tersebut.
Air dapat memperbaiki kemampuan dan daya tahan tu­buh kita. Manusia akan lebih dapat berkerja keras jika memiliki asupan air yang cukup. Dengan tersedianya air yang bersih dan layak di­minum, dapat mengurangi risiko penyakit yang berdam­pak pada kesehatan kita, se­perti batu ginjal, kanker kan­dung kemih dan dapat men­ce­gah sembelit.
Semua percaya bah­wa air adalah suatu unsur yang sa­ngat penting bagi keber­lang­sungan kehidupan manusia. Dengan air, kita mampu mel­akukan kegiatan sehari-hari dan mengkonsumsinya agar tetap bertahan hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, semua makhluk hidup sangat mem­butuhkan air. Bisa dilihat bahwa sebagian besar kawa­san bumi tertutupi oleh air, sehingga dapat dikatakan bah­wa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan ke­hidupan dan peradaban ma­nu­sia.
Dengan itu, sangat diperlukannya pelestarian air agar tidak menjadi bencana dan mencemari kesehatan makhluk hidup. Berikut akan dipaparkan cara-cara melestarikan air agar dapat menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup :
1. Menjaga lingkungan
Dengan menjaga lingkungan, maka air di sekitar kehidupan kita tidak akan mudah tercemar. Sehingga, air yang dipakai dan yang dikonsumsi tidak tercemar dan kotor srta aman untuk digunakan. Sampah-sampah yang ada disungai, diselokan, maupun dijalanan sangatlah berpengaruh bagi kelestarian air yang dikonsumsi bagi makhluk hidup, sebab dapat mencemari air dan mempengaruhi kebersihan air sebelumnya.

2. Mengurangi penggunaan air
Penggunaan air yang digunakan secara boros dan tidak bertanggung jawab akan mengakibatkan kekeringan. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh masyarakat seperti mandi yang terlalu lama, lupa untuk mematikan air keran setelah mandi atau memakainya atau juga setelah menyiram bunga dan membersihkan kendaraan. Ini sangat perlu diperhatiakn, karena dengan berbagai kelakuan manusia tersebut akan dapat megurangi jumlah ar dan mengakibatkan kebutuhan air yang sangat tinggi serta menjadi salah satu dampak kekeringan.
3. Membuang sampah pada tempatnya
Seperti halnya menjadi penyebab salah satu bencana banjir dan terjadinya pencemaran air adalah sampah yang ada dimana-mana. Dengan sampah tersebut, maka airpun akan sangat mudah tercemar dan kotor serta dapat menyumbat aliran sungai dan selokan, sehingga dapat merusak kelangsungan hidup manusia dan ruang publik untuk kehidupan dan air akan susah untuk dikonsumsi seperti biasanya.
4. Meminimalisirkan penggunaan bahan kimia
Meminimalkan penggunaaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara yang sangat tepat untuk melindungi perairan global saat ini. Karena, ketika bahan-bahan kimia yang telah dipakai larut ke dalam air, maka mereka akan dapat merusak ekosistem air tersebut. contohnya saja seperti zat-zat kimia yang ada di air akan dapat menghancurkan alga-alga yang merupakan makanan plankton.
5. Membuang bahan kimia dengan benar
Bahan bahan kimia tersebut sangatlah berbahaya bagi kelestarian air dan merusak lapisan atmosfer di kehidupan ini. Bahan berbahaya seperti cat, oli, oli motor atau bahan kimia lainnya jika di buang dengan sembarangan seperti membuang bahan-bahan tersebut ke dalam sungai atau selokan serta sumber-sumber air akan dapat mencemari air disekitarnya. Dampaknya akan kembali ke manusia itu sendiri. Air akan tercemar dan susah untuk dicari dan dikonsumsi.
6. Mendaur ulang bahan bekas
Barang-barang yang dapat di daur ulang biasanya sering sekali tidak terpikirkan oleh manusia saat ini dan membuangnya sembarangan seperti membuang barang tersebut ke sungai atau ke laut. Contohnya saja seperti botol mineral yang dapat di daur ulang menjadi mainan anak-anak, plastik-plastik bermerek yang bisa di dair ulang menjadi alas atau tas, dan lain-lainnya.

7. Mengadakan penyuluhan
Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya dalam menjaga kelestarian air. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya penyuluhan tentang pentingnya menjaga kelestarian air di lingkungan masyarakat saat ini. Hal ini sangat di perlukan agar masyarakat saat ini sadar bahwa air sangatlah penting dalam kehidupan. Penyuluhan-penyuluhan tersebut bisa berupa seminar-seminar tentang pentingnya menjaga kelestarian air. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara mengajak masyarakat untuk gotong royong dan kerja bakti bersama untuk membersihkan sampah-sampah yang berkeliaran yang dapat mencemari kelestarian air.
8. Mencegah adanya penebangan pohon secara liar
Hal ini sangat perlu di ketahui dan di cegah, sebab dengan adnaya penebaangan poho secara liar atau menebang phon-pohon yang ada dihutan akan mengakibatkan tercemarnya sumber sumber mata air yang ada disekitarnya. Ini akan mengakibatakn simber sumber tersebut akan tercemar dan tidak dapat dikonsumsi lagi oleh makhluk hidup, bahkan akan menimbulkan pengaruh pada kesehatan makhluk hiudp itu sendiri. Selain itu, ekosistem yanng ada disekitarnya akan menjadi tidak seimbang.
9. Mengadakan reboisasi pada hutan
Dengan adanya reboisasi akan mengurangi dampak akibat kerusakan hutan, pohon-pohon tersebut akan terjaga kelestariannya yang juga mempengaruhi kelestarian ekosistem sumber-sumber air yang ada disekitarnya. Sehingga sumber-sumber air terebut tidak tercemar dan berih serta dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup.
10. Tidak membuang limbah pabirik sembarangan
Biasanya, pabrik-pabrik yang berada di sekitar perairan seperti sungai, danau dan laut, akan membuang limbah pabriknya ke perairan tersebut. ini akan menyebabakan pencemaran airw akan terjadi. Air sungai dan laut akan menjadi kotor dan tercemar, sehingga tidak dapat di pakai lagi oleh makhluk hidup dan akan lebih mudah menjadi penyebab pemanasan global Setidaknya, jangan membuang limbah-limbah tersebut ke perairan yang ada di dekat pabrik tersebut, karena dapat merusak kelestarian air dan akan berdampak pada masyarakat yang ada di daerah tersebut.
11. Pengecekan saluran pipa air secara rutin
Pengecekan pipa air secara rutin sangatlah penting karena jika pipa-pipa air tersebut bocor dan air-air yang mengalir keluar, maka akan menyebabkan terjadinya pemborosan air. Ini akan mengakibatkan pelestarian air berkurang sehingga nanti akan terjadi kebutuhan air yang sangat tinggi di kalangan masyarakat.
12. Menjaga kestabilitasan ketersedian air bersih di sumber-sumber air
Hal ini sangat dipentingkan dalam menjaga kelestarian air. Dengan menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di berbagai sumber-sumber yang mengandung air, makan ketersediaan air tidak berkurang, sehingga masyarakat tidak perlu kebingungan terhadap air bersih karena banyaknya air bersih di sumber sumber yang mengandung air.
13. Menciptakan lingkungan yang asri
Dengan lingkungan yang asri, maka lingkungan di sekitarnya dan ekosistem di sekitarnya akan terjaga dengan baik. Perairan pun tidak mudah untuk tercemar dan bersih. Dalam menciptakan lingkungan yang asri tersebut, bisa dilakukan melalui rumah kita sendiri. Lingkungan rumah yang asri akan menciptakan fungsi lingkungan hidup tersebut menjadi bersih, begitu juga dengan sektor air yang dipakai dan dikonsumsi. Pemakaian air untuk kegiatan sehari-hari menjadi bersih dan pengkonsumsian air menjadi bersih dan tidak tercemar akibat lingkungan rumah yang indah dan bersih.
14. Menggunakan shower ketika mandi
Ketika mandi, sebaiknya menggunakan shower atau hal hal yang tidak mengakibatkan pemborosan air. Hal ini sangat perlu diperhatikan bagi kalangan masyarakat yang biasanya mandi dengan cara berendam. Dengan berendam, maka air yang dipakai untuk berendam tersebut akan terbuang sia-sia, sehingga terjadinya pemborosan air dan mengurangi kelestarian terhadap air.
15. Tidak mengambil air sumur secara berlebihan
Masyarakat saat ini ketika mengambil atau menggunakan sumur-sumur yang ada seperti sumur resapan, mereka mengambilnya secara sangat berlebihan tanpa memikirkan betapa pentingnya dalam menghemat sumber air yang memberikan manfaat sumur resapan. Sebab, jika air bersih yang ada di sumur-sumur tersebut dikuras atau diambil secara berlebihan, maka sumber air tersebut akan berkurang dan kering, sehingga akan terjadinya kekeringan air dan masyarakat akan kebingungan dalam mencari air bersih.