Senin, 27 Juli 2020

Pembinaan Kelompok Tani Hutan



Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disingkat KTH adalah kumpulan petani warga negara Indonesia yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan.
KTH memiliki fungsi sebagai media:
a.     Pembelajaran masyarakat;
b.     Peningkatan kapasitas sumber daya manusia;
c.     Pemecahan permasalahan;
d.     Kerja sama dan gotong royong;
e.     Pengembangan usaha produktif, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan;
f.      Peningkatan kepedulian terhadap kelestarian hutan.


Ketentuan pembentukan KTH :
Ø Keanggotaan KTH paling sedikit 15 (lima belas) orang;
Ø Terdapat unsur Pelaku Utama yang berdomisili dalam 1 (satu) wilayah administrasi desa/kelurahan dan dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP);
Ø Melakukan kegiatan dibidang kehutanan.
Kegiatan dibidang kehutanan terdiri dalam bentuk:
a.     Hutan Rakyat (HR);
b.     Pembibitan tanaman kehutanan;
c.     Penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman kehutanan;
d.     Agroforestry/agrosilvopasture/agrosilvofishery;
e.     Pemanfaatan jasa lingkungan;
f.      Pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar;
g.     Pemungutan hasil hutan bukan kayu;
h.     Konservasi tanah dan air;
i.       Perlindungan dan konservasi alam.
· Gabungan Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disebut GAPOKTANHUT adalah gabungan dari beberapa KTH untuk meningkatkan usaha.
·  Penyuluhan Kehutanan adalah proses pembelajaran bagi Pelaku Utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
·   Pendampingan adalah aktivitas penyuluhan yang dilakukan secara terus menerus pada kegiatan pembangunan kehutanan untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan kehutanan serta keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
·       Pendamping adalah Penyuluh Kehutanan dan pihak lain yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan kegiatan pembangunan kehutanan sesuai dengan kompetensinya.
·     Pelaku Utama adalah masyarakat di dalam dan di luar kawasan hutan, petani beserta keluarga intinya.
·  Pelaku Usaha adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha kehutanan dan yang berkaitan dengan bidang kehutanan.
·  Hutan Rakyat yang selanjutnya disingkat HR adalah hutan yang tumbuh di atas tanah yang dibebani hak milik maupun hak lainnya dengan ketentuan luas minimum 0,25 (nol koma dua lima) hektar, penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan tanaman lainnya lebih dari 50% (lima puluh perseratus).

     KUNCI SUKSES KELOMPOK TANI HUTAN
1.   Keberhasilan aspek kelola kelembagaan dilakukan melalui kegiatan :
a.   Pembagian tugas, peran, tanggung jawab dan wewenang setiap pengurus KTH;
b.  Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  (AD/ART) dan/atau aturan kelompok;
c.         Penyusunan kelengkapan administrasi kelompok;
d.         Pembuatan rencana kegiatan KTH;
e.         Peningkatan kapasitas sumber daya manusia KTH;
f.  Peningkatan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, gotong royong, kejujuran, dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan kelompok;
g.        Pembentukan kader dan regenerasi kepemimpinan dalam kelompok;
h.        Penyusunan laporan kemajuan KTH setiap akhir tahun.
2.  Keberhasilan aspek kelola kawasan dilakukan melalui kegiatan :
a.        Pemahaman terhadap batas wilayah kelola;
b.       Paktivitas kelompok dalam melakukan rehabilitasi (penanaman lahan kritis/kosong/tidak produktif, turus jalan, kanan kiri sungai);
c.        Pemanfaatan wilayah kelola sesuai dengan potensi;
d.    Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam pelestarian hutan dan konservasi sumber daya alam;
e.   Pencapaian pengelolaan hutan lestari yang antara lain perolehan sertifikat pengelolaan hutan lestari.
3.  Keberhasilan aspek kelola usaha dilakukan melalui kegiatan :
a.   Penyusunan rencana dan analisis usaha bidang kehutanan;
b.   Penguatan manajemen usaha tani;
c.   Pengembangan diversifikasi usaha produktif kehutanan lainnya;
d.   Penyelenggaraan temu usaha KTH dengan pelaku usaha;
e.   Pengembangan kerjasama, jejaring kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha;
f.     Peningkatan akses informasi dan teknologi dari berbagai sumber;
g.   Mendorong pembentukan badan usaha/koperasi.


Rabu, 17 Juni 2020

Menjaga Kelestarian Air




Air adalah suatu unsur yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan air, kita bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan sesuai keinginan kita dan mengkonsumsinya agar tetap hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, akan tetapi makhluk hidup sangat butuh terhadap air. Bisa dilihat bahwa sebagian bumi bahkan dalam persentasenya bumi hampir di kelilingi oleh air, sehingga bisa dibilang bahwa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan kehidupan manusia.
Apa jadinya jika suatu saat kita mengha­dapi kekurangan air. Hampir dapat dipasti­kan, kita akan mengalami dehi­drasi, badan menjadi lemas dan yang paling mengenas­kan bmisa menyebabkan kea­tian. Meski pun kita lapar, namun dengan adanya air mi­num, kita masih dapat me­nahan rasa lapar tersebut.
Air dapat memperbaiki kemampuan dan daya tahan tu­buh kita. Manusia akan lebih dapat berkerja keras jika memiliki asupan air yang cukup. Dengan tersedianya air yang bersih dan layak di­minum, dapat mengurangi risiko penyakit yang berdam­pak pada kesehatan kita, se­perti batu ginjal, kanker kan­dung kemih dan dapat men­ce­gah sembelit.
Semua percaya bah­wa air adalah suatu unsur yang sa­ngat penting bagi keber­lang­sungan kehidupan manusia. Dengan air, kita mampu mel­akukan kegiatan sehari-hari dan mengkonsumsinya agar tetap bertahan hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, semua makhluk hidup sangat mem­butuhkan air. Bisa dilihat bahwa sebagian besar kawa­san bumi tertutupi oleh air, sehingga dapat dikatakan bah­wa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan ke­hidupan dan peradaban ma­nu­sia.
Dengan itu, sangat diperlukannya pelestarian air agar tidak menjadi bencana dan mencemari kesehatan makhluk hidup. Berikut akan dipaparkan cara-cara melestarikan air agar dapat menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup :
1. Menjaga lingkungan
Dengan menjaga lingkungan, maka air di sekitar kehidupan kita tidak akan mudah tercemar. Sehingga, air yang dipakai dan yang dikonsumsi tidak tercemar dan kotor srta aman untuk digunakan. Sampah-sampah yang ada disungai, diselokan, maupun dijalanan sangatlah berpengaruh bagi kelestarian air yang dikonsumsi bagi makhluk hidup, sebab dapat mencemari air dan mempengaruhi kebersihan air sebelumnya.

2. Mengurangi penggunaan air
Penggunaan air yang digunakan secara boros dan tidak bertanggung jawab akan mengakibatkan kekeringan. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh masyarakat seperti mandi yang terlalu lama, lupa untuk mematikan air keran setelah mandi atau memakainya atau juga setelah menyiram bunga dan membersihkan kendaraan. Ini sangat perlu diperhatiakn, karena dengan berbagai kelakuan manusia tersebut akan dapat megurangi jumlah ar dan mengakibatkan kebutuhan air yang sangat tinggi serta menjadi salah satu dampak kekeringan.
3. Membuang sampah pada tempatnya
Seperti halnya menjadi penyebab salah satu bencana banjir dan terjadinya pencemaran air adalah sampah yang ada dimana-mana. Dengan sampah tersebut, maka airpun akan sangat mudah tercemar dan kotor serta dapat menyumbat aliran sungai dan selokan, sehingga dapat merusak kelangsungan hidup manusia dan ruang publik untuk kehidupan dan air akan susah untuk dikonsumsi seperti biasanya.
4. Meminimalisirkan penggunaan bahan kimia
Meminimalkan penggunaaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara yang sangat tepat untuk melindungi perairan global saat ini. Karena, ketika bahan-bahan kimia yang telah dipakai larut ke dalam air, maka mereka akan dapat merusak ekosistem air tersebut. contohnya saja seperti zat-zat kimia yang ada di air akan dapat menghancurkan alga-alga yang merupakan makanan plankton.
5. Membuang bahan kimia dengan benar
Bahan bahan kimia tersebut sangatlah berbahaya bagi kelestarian air dan merusak lapisan atmosfer di kehidupan ini. Bahan berbahaya seperti cat, oli, oli motor atau bahan kimia lainnya jika di buang dengan sembarangan seperti membuang bahan-bahan tersebut ke dalam sungai atau selokan serta sumber-sumber air akan dapat mencemari air disekitarnya. Dampaknya akan kembali ke manusia itu sendiri. Air akan tercemar dan susah untuk dicari dan dikonsumsi.
6. Mendaur ulang bahan bekas
Barang-barang yang dapat di daur ulang biasanya sering sekali tidak terpikirkan oleh manusia saat ini dan membuangnya sembarangan seperti membuang barang tersebut ke sungai atau ke laut. Contohnya saja seperti botol mineral yang dapat di daur ulang menjadi mainan anak-anak, plastik-plastik bermerek yang bisa di dair ulang menjadi alas atau tas, dan lain-lainnya.

7. Mengadakan penyuluhan
Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya dalam menjaga kelestarian air. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya penyuluhan tentang pentingnya menjaga kelestarian air di lingkungan masyarakat saat ini. Hal ini sangat di perlukan agar masyarakat saat ini sadar bahwa air sangatlah penting dalam kehidupan. Penyuluhan-penyuluhan tersebut bisa berupa seminar-seminar tentang pentingnya menjaga kelestarian air. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara mengajak masyarakat untuk gotong royong dan kerja bakti bersama untuk membersihkan sampah-sampah yang berkeliaran yang dapat mencemari kelestarian air.
8. Mencegah adanya penebangan pohon secara liar
Hal ini sangat perlu di ketahui dan di cegah, sebab dengan adnaya penebaangan poho secara liar atau menebang phon-pohon yang ada dihutan akan mengakibatkan tercemarnya sumber sumber mata air yang ada disekitarnya. Ini akan mengakibatakn simber sumber tersebut akan tercemar dan tidak dapat dikonsumsi lagi oleh makhluk hidup, bahkan akan menimbulkan pengaruh pada kesehatan makhluk hiudp itu sendiri. Selain itu, ekosistem yanng ada disekitarnya akan menjadi tidak seimbang.
9. Mengadakan reboisasi pada hutan
Dengan adanya reboisasi akan mengurangi dampak akibat kerusakan hutan, pohon-pohon tersebut akan terjaga kelestariannya yang juga mempengaruhi kelestarian ekosistem sumber-sumber air yang ada disekitarnya. Sehingga sumber-sumber air terebut tidak tercemar dan berih serta dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup.
10. Tidak membuang limbah pabirik sembarangan
Biasanya, pabrik-pabrik yang berada di sekitar perairan seperti sungai, danau dan laut, akan membuang limbah pabriknya ke perairan tersebut. ini akan menyebabakan pencemaran airw akan terjadi. Air sungai dan laut akan menjadi kotor dan tercemar, sehingga tidak dapat di pakai lagi oleh makhluk hidup dan akan lebih mudah menjadi penyebab pemanasan global Setidaknya, jangan membuang limbah-limbah tersebut ke perairan yang ada di dekat pabrik tersebut, karena dapat merusak kelestarian air dan akan berdampak pada masyarakat yang ada di daerah tersebut.
11. Pengecekan saluran pipa air secara rutin
Pengecekan pipa air secara rutin sangatlah penting karena jika pipa-pipa air tersebut bocor dan air-air yang mengalir keluar, maka akan menyebabkan terjadinya pemborosan air. Ini akan mengakibatkan pelestarian air berkurang sehingga nanti akan terjadi kebutuhan air yang sangat tinggi di kalangan masyarakat.
12. Menjaga kestabilitasan ketersedian air bersih di sumber-sumber air
Hal ini sangat dipentingkan dalam menjaga kelestarian air. Dengan menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di berbagai sumber-sumber yang mengandung air, makan ketersediaan air tidak berkurang, sehingga masyarakat tidak perlu kebingungan terhadap air bersih karena banyaknya air bersih di sumber sumber yang mengandung air.
13. Menciptakan lingkungan yang asri
Dengan lingkungan yang asri, maka lingkungan di sekitarnya dan ekosistem di sekitarnya akan terjaga dengan baik. Perairan pun tidak mudah untuk tercemar dan bersih. Dalam menciptakan lingkungan yang asri tersebut, bisa dilakukan melalui rumah kita sendiri. Lingkungan rumah yang asri akan menciptakan fungsi lingkungan hidup tersebut menjadi bersih, begitu juga dengan sektor air yang dipakai dan dikonsumsi. Pemakaian air untuk kegiatan sehari-hari menjadi bersih dan pengkonsumsian air menjadi bersih dan tidak tercemar akibat lingkungan rumah yang indah dan bersih.
14. Menggunakan shower ketika mandi
Ketika mandi, sebaiknya menggunakan shower atau hal hal yang tidak mengakibatkan pemborosan air. Hal ini sangat perlu diperhatikan bagi kalangan masyarakat yang biasanya mandi dengan cara berendam. Dengan berendam, maka air yang dipakai untuk berendam tersebut akan terbuang sia-sia, sehingga terjadinya pemborosan air dan mengurangi kelestarian terhadap air.
15. Tidak mengambil air sumur secara berlebihan
Masyarakat saat ini ketika mengambil atau menggunakan sumur-sumur yang ada seperti sumur resapan, mereka mengambilnya secara sangat berlebihan tanpa memikirkan betapa pentingnya dalam menghemat sumber air yang memberikan manfaat sumur resapan. Sebab, jika air bersih yang ada di sumur-sumur tersebut dikuras atau diambil secara berlebihan, maka sumber air tersebut akan berkurang dan kering, sehingga akan terjadinya kekeringan air dan masyarakat akan kebingungan dalam mencari air bersih.



Rabu, 27 Mei 2020

Sedekah di Tengah Pandemi Covid 19


Di tengah pandemic covid 19, banyak umat Islam yang dilanda kekhawatiran dan ketakutan untuk bepergian ke luar rumah. Sebab, untuk mencegah penularan virus corona ini, kita memang perlu menerapkan physical distancing atau membatasi jarak fisik dengan orang lain.
Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini menerbitkan fatwa yang salah satunya berisi bahwa umat Islam di daerah dengan potensi penyebaran tinggi virus corona, dapat mengganti Salat Jumat di masjid dengan Salat Zuhur di rumah. Hal ini guna menerapkan physical distancing dan mencegah penularan virus corona.
Kendati tengah berada dalam kondisi seperti ini, ada baiknya sebagai umat Islam Anda maupun keluarga tidak merasa takut berlebihan, apalagi merasa tertekan. Sebab, seperti dikutip dari Muslim Hands, selama kita percaya dan melakukan perbuatan baik, Anda tidak akan kehilangan apa pun. Bahkan, jika kita terisolasi atau menjadi korban pandemi ini, dengan terus berbuat baik, Anda akan mendapatkan keridaan dan pahala dari Allah SWT.

Penularan virus yang amat cepat, membuat jumlah pasien yang terinfeksi corona semakin meningkat. Di sisi lain kesediaan Rumah Sakit dan tenaga medis belum siap, untuk merawat orang sakit dalam jumlah banyak secara bersamaan. Apalagi, Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan tenaga kesehatan untuk merawat pasien jumlahnya sangat terbatas. Bahkan sampai menggunakan jas hujan karena kehabisan APD. 
Para tenaga kesehatan cukup kewalahan menghadapi jumlah pasien covid19. Tidak sedikit di antaranya sudah berguguran, karena kelelahan atau tertular. Mereka berjuang untuk menyembuhkan pasien, walau dalam keadaan yang serba terbatas.
Pemerintah telah mengambil beberapa tindakan untuk mengurangi pencegahan, seperti meliburkan sekolah dan menutup tempat wisata. Sebagian perusahaan pun menginstruksikan karyawannya untuk kerja di rumah. Jalanan yang menjadi sepi, cukup berdampak bagi sebagian masyarakat yang mencari nafkah di jalan.
Tidak hanya ekonomi dan pendidikan, penyebaran virus covid 19 juga membuat sektor pariwisata dan transportasi merugi. Karena masyarakat dihimbau untuk berada di rumah saja. Perlahan terus menyambar ke sektor-sektor selainnya. Krisis terjadi dalam waktu kurang satu bulan.
Bersedekah atau beramal menjadi salah satu cara berbuat baik terhadap sesama. Apalagi, di tengah pandemi corona seperti ini, penting bagi kita sebagai umat Islam untuk terus bersedekah kepada yang membutuhkan. Bersedekah sendiri memiliki banyak manfaat untuk kehidupan Anda di dunia maupun di akhirat. Kira-kira apa saja manfaatnya?

1. Bersedekah atau beramal melindungi kita dari kesulitan
Tak ada salahnya jika Anda menyisihkan sebagian rezeki yang Anda miliki untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Sebab, bersedekah dapat melindungi diri kita dari cobaan dan kesengsaraan di dunia.
Bersedekah ternyata tak hanya berkaitan dengan materi. tersenyum pada orang lain atau membuatkan secangkir teh hangat untuk orang yang Anda cintai ternyata juga masuk ke dalam amal bersedekah.
2. Beramal meningkatkan kekayaan kita
Nabi Muhammad SAW mengatakan, amal tidak akan mengurangi kekayaan Anda (HR Muslim). Ya, ini menjadi salah satu pengingat yang sangat penting bahwa apa pun yang Anda berikan di jalan Allah tidak akan pernah rugi dan membuat Anda miskin. Karena hal itu tidak akan pernah mengurangi apa yang sudah Anda miliki saat ini. Malahan, beramal, bersedekah, atau berzakat sebenarnya akan meningkatkan kekayaan Anda.
3. Allah akan penuhi kebutuhan kita
"Siapa pun yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya' (HR Bukhari). Ya, mungkin pada saat ini kita memang sibuk mengurus kebutuhan diri sendiri dan keluarga di rumah tanpa memikirkan nasib orang lain yang ada di luar sana. Padahal, masih banyak orang di luar sana yang membutuhkan bantuan kita.
Maka dari itu, jangan lupakan bersedekah atau beramal. Berikan sebagian rezeki Anda kepada yang membutuhkan. Sebab, insyaAllah Allah akan memenuhi kebutuhan Anda juga.
4. Bersedekah dapat melindungi kita bahkan dalam alam kubur
Rasulullah SAW pernah berkata bahwa 'sesungguhnya, amal akan melindungi orang dari panasnya alam kubur' (HR Tabarani). Oleh karena itu, bersedekah tak hanya bermanfaat untuk kehidupan Anda di dunia saja, tapi juga dapat melindungi Anda dari siksa di alam kubur.
5. Bersedekah menjadi penggugur dosa
Bersedekah rupanya juga dapat menghapus atau menggugurkan dosa yang Anda miliki. Jika diibaratkan sama halnya dengan air yang dapat memadamkan api. Bahkan, dengan melakukan perbuatan baik (beramal, bersedekah, atau berzakat) dapat menjauhkan diri kita dari siksa api neraka. Dan yang penting untuk diingat adalah, berikanlah amalan Anda itu dengan niat yang baik dan tulus.
6. Bersedekah adalah salah satu jalan menuju pintu surga
Selain dapat melindungi Anda dari marabahaya di dunia, penghapus dosa-dosa, dan melindungi Anda di alam kubur, bersedekah juga menjadi salah satu jalan menuju pintu surga. Bersedekah bisa menjadi investasi yang paling baik jika Anda dapat melakukannya.
7. Bersedekah adalah bukti iman kepada Allah
Pandemi virus corona yang sedang terjadi ini menjadi salah satu ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Jika kondisi ini membuat Anda lebih sabar, murah hati, mendekatkan diri kepada Allah, maka itu akan menjadi sumber rahmat dan pahala untuk diri Anda sendiri.




Senin, 27 April 2020

PENYULUHAN KEHUTANAN UNTUK MEMBANGUN KELESTARIAN HUTAN


Pembangunan kehutanan berorientasi pada upaya menjamin kelestarian hutan dan meningkatkan kemakmuran masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Terciptanya kelestarian hutan sangat tergantung pada aktifitas masyarakat di sekitarnya. Masyarakat sekitar hutan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari hutan secara berkesinambungan apabila hutan tempat mereka bergantung juga lestari. Pada saat ini kuantitas dan kualitas hutan mengalami penurunan di sebabkan karena adanya beberapa proyek pembangunan dan pemanfaatan hasil hutan yang tidak terkendali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, adanya illegal logging dan adanya kebakaran hutan. 
Penyuluhan kehutanan merupakan kegiatan yang stategis dan merupakan kebutuhan dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk menjadi pelaku pembangunan hutan dan kehutanan terutama dalam mendukung berbagai kebijakan yang selalu dinamis untuk tujuan pelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Paradigma penyuluhan kehutanan kini telah bergeser dari penyuluhan kehutanan yang menekankan proses transfer teknologi dan informasi kearah penyuluhan kehutanan yang berorientasi pada upaya pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan bertujuan memandirikan masyarakat sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam pengelolaan hutan berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Pemberdayaan masyarakat sasaran terdapat indicator – indicator sebagai berikut
Ø  Masyarakat mau dan mampu melaksanakan penghijauan dan konservasi secara swadaya
Ø      Para pemuda berperan aktif dalam upaya penghijauan
Ø      Masyarakat tahu dan mampu mengaplikasikan kebijakan kehutanan
Ø   Sekolah – sekolah memberikan materi pendidikan kehutanan dan lingkungan kepada anak didiknya
Ø       Kelembagaan dan kapasitas masyarakat meningkat
Ø  Terbentuknya penyuluh – penyuluh swadaya masyarakat sebagai mitra Penyuluh Kehutanan
Penyuluh kehutanan sebagai bagian dari pembangunan kehutanan terus mengalami transformasi peran dan fungsinya. Di dalam melaksanakan tugasnya maka penyuluh kehutanan harus mempunyai kemampuan profesionalisme untuk memperdayakan masyarakat untuk melaksanakan dan mendukung pembangunan hutan dan kehutanan.
Penyuluhan kehutanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan kehutanan dapat di rumuskan strategi baru yang tetap memberikan komitmen dan orientasi untuk pelayanan yang terbaik bagi petani. Penyuluhan kehutanan adalah upaya pemberdayaan masyarakat, pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, tekhnologi  sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Penyuluhan kehutanan memiliki kegiatan yang tertentu agar tujuan yang diinginkan (perbaikan-perbaikan teknologi, cara kerja dan tingkat kehidupan masyarakat tani hutan) dapat tercapai. Salah satu tugas yang menjadi tanggung jawab setiap penyuluh kehutanan adalah mengkomunikasikan inovasi, dalam arti mengubah prilaku masyarakat sasaran agar tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi demitercapainya perbaikan mutu hidupnya.
Dalam hubungan ini, perlu diingat bahwa sasaran penyuluh sangatlah beragam, baik mengenai karakteristik individunya, beragam lingkungan fisik dan sosialnya dan beragam pula kebutuhan-kebutuhannya, motivasi, serta tujuan yang diinginkannya. Dengan demikian, tidak ada satu metode yang selalu untuk diterapkan dalam setiap kegiatan penyuluhan kehutanan.
A. Prinsip-Prinsip Metode Penyuluhan Kehutanan
Satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap penyuluh kehutanan sebelum menerapkan suatu metode penyuluhan adalah ia perlu memahami prinsip-prinsip metode penyuluhan yang dapat dijadikannya sebagai landasan memilih metode yang tepat.
Beberapa prinsip mertode penyuluhan kehutanan yang perlu diperhatikan oleh seorang penyuluh kehutanan adalah :
1. Pengembangan untuk berfikir kreatif
Melalui penyuluhan kehutanan , bukanlah dimaksudkan agar masyarakat sasaran selalu menggantungkan diri pada petunjuk, nasehat, atau bimbingan penyuluhnya. Tetapi, sebaiknya, melalui penyuluhan harus mampu dihasilkan masyarakat tani hutan yang dengan upayanya sendiri mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya dalam memanfaatkan hutan, serta mampu mengembangkan kreativitasnya untuk memanfaatkan setiap potensi dan peluang yang diketahuinyauntuk terus menerus dapat memperbaiki mutu hidupnya.
Karena itu, pada setiap kegiatan penyuluhan, seorang penyuluhharus mampu memilih metode yang sejauh mungkin dapat mengembangkan daya nalar dan kreativitas masyarakat sasarannya.
2. Tempat yang paling baik adalah ditempat kegiatan sasaran
Dalam banyak kasus kegiatan penyuluhan kehutanan sebaiknya dilaksanakan dengan menaerapkan metode-metode yang dapat dilaksanakan dilingkungan pekerjaan (kegiatan) sasarannya, hal tersebut dimaksudkan agar:
a) Tidak mengganggu (menyita waktu) kegiatan rutinya.
b) Penyuluhan kehutanan dapat memahami betul keadaan sasaran, termasuk masalah-masalah yang dihadapi dan potensi serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan mutu hidup mereka.
c) Kepada sasaran untuk ditunjukkan contoh-contoh nyata tentang masalah dan potensi serta peluang yang dapat ditemukan di lingkungan pekerjaannya sendiri, sehingga mudah dipahami dan diresapi serta diingat oleh petani.
3. Setiap individu terikat dengan lingkungan sosialnya
Sebagai makluk sosial, setiap individu akan selalu berprilaku sesuai dengan kondisi lingkungan sosialnya, setidak-yidaknya akan berusaha menyesuaikan diri dengan prilaku orang-orang sekitarnya.
Karena itu, kegiatan penyuluhan kehutanan akan lebih efisien jika diterapkan hanya kepada warga masyarakat tani hutan, terutama yang diakui oleh lingkungannya sebagai panutan yang baik.
4. Ciptakan hubungan yang akrab dengan sasaran
Kegiatan penyuluhan adalah upaya mengubah prilaku orang lain secara persuasif dengan menerapkan system pendidikan. Hubungan pribadi yang akrab antara penyuluh dengan sasarannya akan memperlancar kegiatan penyuluhan itu sendiri.
Keakraban hubungan antara penyuluh dan sasaran ini menjadi sangat penting, karena dengan keakraban ini aka tercipta suatu keterbukaan mengemukakan masalah dan menyampaikan pendapat. Disamping itu, saran-saran yang disampaikan penyuluh kehutanan dapat diterima dengan senang hati seperti layaknya saran seorang sahabat tanpa ada prasangka atau merasa dipaksa.
5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan
Kegiatan penyuluhan adalah upaya untuk mengubah prilaku sasaran, baik pengetahuan, sikapnya atau keterampilannya. Dengan demikian, metode yang diterapkan harus mapu merangsang sasaran untuk selalu siap (dalam arti sikap dan fikiran) dengan sukahati atas kesadaran ataupun pertimbangan nalarnya sendiri melakukan perubahan-perubahan demi perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Tujuan penyuluhan kehutanan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar mau mendukung pembangunan kehutanan serta sadar akan pentingnya sumber daya hutan bagi kehidupan manusia.
Sasaran penyuluhan kehutanan adalah terwujudnya masyarakat mandiri berbasis pembangunan kehutanan.
Ø  Masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan
Ø  Kalangan dunia usaha yang bergerak di bidang penyuluhan
Ø  Aparat pemerintah yang terkait dengan pembangunan kehutanan
Ø  Kalangan tokoh adat, pemuka agama dan generasi muda

Falsafah atau pandangan hidup Penyuluhan Kehutanan adalah bekerja bersama masyarakat untuk membantunya untuk meningkatkan harkatnya.
Ø  Penyuluhan harus bekerja sama dengan masyarakat dan bukan bekeja untuk masyarakat
Ø      Penyuluhan tidak boleh mencipatakan ketergantungan
Mampu mendorong, memotivasi masyarakat sehingga tercipta kreatifitas dan kemandirian masyarakat agar memiliki kemampuan untuk berswakarsa, swadaya demi terselenggaranya kegiatan guna tercapainya tujuan
Ø    Penyuluhan di laksanakan harus mengacu kepada terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat
Keberhasilan penyuluhan kehutanan dapat dipergunakan kriteria sebagai berikut :
Ø  Berkembangnya secarapartisipatif Kelompok Masyarakat Produktif Mandiri (KMPM) berbasis pembangunan kehutanan.
Ø     Berkembangnya Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) sebagai penggerak utama pemberdayaan masyarakat.
Ø      Berkembangnya Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP).
Ø  Terwujudnya kesepahaman dan kesepakatan masyarakat dalam mendukung pengelolaan dan pelestarian SDH yang berkelanjutan.
Ø    Pulihnya fungsi hutan, pengamanan dan perlindunganhutan serta meningkatnya manfaat hutan bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ø  Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat yang berdampak positif secara langsung atau tidak langsung terhadap perekonomian daerah.
Jumlah Penyuluh Kehutanan yang ada saat ini belum sebanding dengan luasan hutan yang ada, sehingga diperlukan partisipasi dari masyarakat untuk melakukan penyuluhan tentang kehutanan. Mengingat jumlah Penyuluh Kehutaanan PNS yang terbatas perlu di bantu dengan Penyuluh kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). PKSM adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya ang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. PKSM merupakan peran serta masyarakat secara pribadi, kelompok yang mempunyai peran pada kegiatan penyuluhan yang tergerak pada peningkatan sumber daya alam dan perubahan sikap perilaku pada kehutanan.
Tugas PKSM di antaranya adalah
Ø  Melaksanakan kegiatan penyuluhan secara mandiri
Ø  Berperan aktif menumbuhkembangkan kegiatan penyuluhan kehutanan
Pemberdayaan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, produktifitas, kemampuan dan kemandirian masyarakat serta mengoptimalkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk mendukung keberhasilan pembangunan kehutanan.
Keberadaan PKSM yang bersifat perorangan, madiri dan independen menyebabkan PKSM merupakan pekerjaan yang kurang di minati oleh sebagian masyarakat dan cukup sulit untuk membentuk kader – kader PKSM yang bisa meluangkan waktu, tenaga dan sebagian biaya untuk perjalanan.