Kamis, 20 Februari 2020

SISTEM AGROFORESTRY


Agroforestri adalah sistem budidaya tanaman kehutanan yang dilakukan bersama dengan tanaman pertanian / peternakan. Tanaman kehutanan yang dimaksud adalah tanaman pepohonan, sedangkan tanaman pertanian berkaitan dengan tanaman semusim.  sistem ini seringkali disebut dengan istilah “wanatani” yang merupakan gabungan dari kata “wana” dan “tani” yang berarti hutan tani. Pada prakteknya, agroforestri ialah suatu sistem pengelolaan lahan yang berguna untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul adalah alih fungsi lahan menyebabkan lahan hutan semakin berkurang. Agroforestri diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut dan masalah ketersediaan pangan.
System Agroforestry :
1. System Agroforestry sederhana
   Suatu system pertanian di mana pepohonan di tanam secara tumpangsari dengan satu / lebih jenis tanaman semusim
2. System Agroforestry kompleks
  Suatu system pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis tanaman pohon baik sengaja di tanam maupun yang tumbuh secara alam pada sebidang lahan. Dalam system ini terdapat beraneka jenis pohon, juga di tanam tanaman perdu, tanaman memanjat ( liana ), tanaman semusim dan rerumputan.
Pola tanam agroforestry ada beberapa bentuk diantaranya :
  Ø  Trees Along Border ( pohon pembatas)
   Pola penanaman pohon di bagian pinggir lahan dan tanaman pertanian berada di bagian  tengah
Ø  Alternate Rows ( Baris )
   Model penanaman agroforestry yang menempatkan pohon dan tanaman pertanian secara berseling – selig. Pola ini di mungkinkan pada lahan yang relative datar
Ø  Alley cropping ( Pola lorong )
   Pola penanaman agroforestry yang menempatkan pohon – pohon di pinggir kanan dan kiri tanaman pertanian 
Ø  Random mixture ( acak )
   Pola penanaman acak, artinya tanaman pertanian dan pohon di tanam tidak teratur
Tujuan Agroforestry :
Ø  Meningkatkan produktifitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya lahan dan hutan
Ø  Meningkatkan kualitas sumber daya alam terutama tanah dan air
ØMeningkatkan kesejahteraan  masyarakat dan peran sertanya dalam melindungi sumber daya alam
Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. Namun sistem Agroforestri telah dipraktekan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia selama berabad-abad dengan nama dan istilah yang berbeda-beda.
Berikut ini beberapa manfaat dari agroforestry:
  • Membantu penggunaan lahan secara optimal sehingga dapat memperbaiki kebutuhan hidup masyarakat
  • Mengurangi aliran permukaan, pencucian hara dan erosi tanah
  • Meningkatkan persediaan pangan pada tiap musim, sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun untuk memperoleh manfaat ini, maka petani harus memperhatikan kualitas nutrisi, pemasaran serta setiap proses yang terjadi pada agroforestri
  • Memperbaiki penyediaan energi lokal terutama produksi kayu bakar
  • Meningkatkan dan memperbaiki produksi bahan mentah hasil kehutanan maupun pertanian. Umumnya peningkatan produksi bahan mentah ini dilakukan secara kualitatif dan diversifikasi. Selain itu, biasanya juga dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis pohon dan perdu
  • Memperbaiki kualitas hidup terutama di daerah pedesaan, terutama di daerah miskin. Agroforestri dapat meningkatkan pendapatan serta tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat
  • Meningkatkan kinerja usia produktif (usia muda) di pedesaan sehingga kualitas hidup dapat meningkat
  • Memelihara dan memperbaiki kemampuan dan kelestarian lingkungan setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya erosi tanah dan degradasi lingkungan
Pada dasarnya agroforestri mempunyai komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian, peternakan dan perikanan. Penggabungan komponen-komponen yang termasuk dalam agroforestri dikenal dengan nama :
·  Agrisilvikultur merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pohon, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian.
·  Silvopastura merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan.
Wujud dalam silvopastura yaitu dalam suatu kawasan hutan di tanami rumput atau sejenisnya tanpa merusak tegakan hutan. Bentuk silvopastura dapat di terapkan dalam kawasan hutan yang penduduknya mengembangkan usaha ternak tetapi tidak memiliki tempat penggembalaan. Sehingga lahan di bawah tegakan hutan dapat di tanami rumput yang di manfaatkan untuk pakan ternak.

·  Silvofeshry merupakan Kombinasi antara komponen kehutanan dan komponen perikanan.

·       Apiculture merupakan kombinasi pohon dan lebah

·       Sericulture merupakan kombinasi pohon dan ulat sutera

Keunggulan Agroforestri
Ada beberapa keunggulan dari pengembangan agroforestri, antara lain rendahnya modal dan biaya tenaga kerja yang akan digunakan. Sebab, produktivitas lahan melalui siklus unsur hara dan perlindungan tanah mampu dilakukan dengan modal yang murah dan sedikit tenaga kerja.
Selain itu, agroforestri juga dapat meningkatkan nilai output pada suatu area lahan tertentu. Hal ini terjadi karena adanya penanaman campuran antara pohon dan spesies lainnya. Agroforestri juga dapat mendiversifikasi kisaran output dengan tujuan untuk meningkatkan swasembada. Diversifikasi dapat mengurangi hilangnya pendapatan yang mungkin terjadi terutama ketika cuaca buruk atau karena pengaruh faktor biologi dan faktor pasar.

      Kelemahan Agroforestri

Selain memiliki kelebihan, tentunya agroforestri juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya dapat mengurangi hasil tanaman pokok karena pohon-pohon yang ada akan bersaing dalam perolehan zat hara, cahaya matahari dan air.
Selain itu, sistem ini juga menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian pohon dengan kegiatan pertanian, contohnya aktivitas pembakaran dan pemakaian lahan bersama yang akan membuat perlindungan terhadap pohon menjadi berkurang.
Di harapkan dengan system agroforestry dapat menjadi suatu solusi masalah kemiskinan. Dalam kegiatan in masyarakat dapat memanfaatkan lahan hutan untuk kegiatan yang menghasilkan tanaman pangan di antara tanaman hutan. Selain itu masyarakat dapat mengembangkan tanaman pekarangan, kebun, pemeliharaan hutan sekunder dan kawasan hutan lindung sekitar desa untuk perlindungan tata air dan mengelola hasil hutan dengan pemanfaatan hasil hutan non kayu.
Tujuan akhir program agroforestri adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat petani, terutama yang di sekitar hutan, yaitu dengan memprioritaskan partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki keadaan lingkungan yang rusak dan berlanjut dengan memeliharanya. Program-program agroforestri diarahkan pada peningkatan dan pelestarian produktivitas sumberdaya, yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Tujuan tersebut diharapkan dapat dicapai dengan cara mengoptimalkan interaksi positif antara berbagai komponen penyusunnya (pohon, produksi tanaman pertanian, ternak/hewan, perikanan) atau interaksi antara komponen-komponen tersebut dengan lingkungannya.

Kamis, 23 Januari 2020

Budidaya Tanaman Jati


Jati adalah salah satu sejenis tumbuhan pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Jati memiliki ciri Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m.
Pohon Jati merupakan salah satu penghasil kayu terbaik saat ini dan paling banyak dicari untuk berbagai keperluan diantaranya yaitu pembuatan kerajinan mebel dan furniture, bahan pembuatan bangunan, dinding rumah dan lain sebagainya.
Hal yang membuat jati menjadi sangat diminati karena kayu jati memiliki banyak sekali keunggulan dibanding dengan kayu lain.
Berikut ini keunggulan yang dimiliki oleh
kayu jadi diantaranya :
1.    Memiliki kekuatan dan keawetan yang sangat baik
2.    Mudah dipotong dan diolah menjadi banyak produk
3.    tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
4.    Tidak gampang lapuk
5.    Memiliki bobot yang berat dan kokoh dan masih banyak lagi
Ini keunggulan Jati :
1.         Tangguh dan Adaptif
Jati merupakan pohon dan jenis kayu yang terbukti kuat dan tahan terhadap segala kondisi cuaca saat sudah diubah menjadi furnitur. Jati memiliki kemampuan untuk bisa hidup dalam kondisi panas ekstrem yang mengasah kekuatannya. Satu kemampuannya yang dikenal adalah meranggas atau menggugurkan daunnya di musim kemarau yang sangat panas. Kemampuan alami jati ini mengurangi penguapan selama musim kemarau dan menjaga kandungan air di akar dan batangnya. Hal ini karena pada musim kemarau tidak tersedia air di dalam tanah untuk diserap.
2.         Material Furnitur Favorit Indonesia dan Dunia Saat diekstraksi menjadi kayu, jati memiliki karakteristik yang kuat, tahan lama, antilapuk, antirayap, dan eksotis dengan guratan-guratan serat dan vernis yang berkilauan.
 Harganya pun menjadi mahal karena waktu pertumbuhan yang lama. Jati dengan kondisi yang baik paling tidak mesti tumbuh selama 20 tahun atau lebih untuk bisa memiliki karakteristik yang disebutkan sebelumnya. Jati juga menjadi komoditas yang dicari di pusat-pusat kerajinan kayu. Jepara adalah yang paling terkenal, diikuti Bojonegoro, Blora, dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa. Bukan hanya diminati dan menghiasi rumah-rumah di dalam negeri, jati pun bertransformasi menjadi komoditas untuk ekspor yang dilakukan pengusaha-pengusaha kayu jati, yang seringkali juga disebut kayu emas ini.
3.          Kayu Jati Sebagai Investasi
Dengan harganya yang mahal, ada orang-orang yang mengerti industri kayu dan memilih jati untuk menjadi bisnis utamanya atau bahkan investasi untuk dirinya dan keluarga. Dengan harga bibit yang relatif murah, terutama bila dibandingkan dengan hasil penjualan yang bisa didapat, jati dijadikan instrumen investasi. Anda hanya perlu mengerti lebih dalam sistem budidayanya serta legalitas jati untuk dipelihara dan nantinya dijual. Industri jati dikelola dan diawasi oleh Perum Perhutani yang mewajibkan penanam, penjual, dan pengusaha jati untuk mengikuti aturan-aturan yang dibuat untuk melindungi penjual dan pembeli dan mencegah risiko pencurian dan penyelundupan.
4.          Pemanfaatan Jati sebagai Furnitur Sebagai perabot dan furnitur, jati yang sudah diolah hampir bisa dijadikan apa saja.
Mulai dari kusen pintu, jendela, dekorasi ukiran, meja makan, kursi, rangka tempat tidur, nakas, meja rias, dan perabot-perabot lainnya yang terbuat dari kayu. Pengolahan dan perakitan jati menjadi furnitur pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan diperlukan tenaga ahli dan pengrajin. Faktor ini juga yang membuat harga jati bernilai tinggi. Craftsmanship atau keahlian dari pengrajin jati ditambah dengan waktu tumbuh yang lama dan legalitas yang kompleks membuat nilai kayu jati terus-menerus naik setiap tahunnya. Walaupun begitu, memiliki pohon jati ataupun furnitur dari jati akan selalu menguntungkan karena nilainya yang berharga, keindahannya yang eksotis, dan kekuatannya yang tidak bisa dikalahkan oleh jenis kayu lainnya.


Jenis Jenis Kayu Jati
 Jati sendiri memiliki banyak sekali jenis, yang dikenal luas diantara masyarakat luas, diantaranya adalah :
1.    Jati unggul
2.    jati emas
3.    Jati super
4.    Jati jumbo
5.    Jati perhutani
6.    Jati utama
7.    Jati biotropika dan masih banyak lagi
Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati 
Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati sebagai berikut:
1. Curah hujan 1500-2500mm/tahun.
2. Bulan kering 2-4 bulan.
3. Tinggi lokasi penanaman 10-1000 m dari permukaan laut.
4. Intensitas cahaya 75-100%.
5. Ph tanah 4-8.
6. Jenis tanah lempung berpasir, hindari tanah becek/rawa dan cada
Untuk itu bagi anda yang tertarik menanam pohon jati bisa mengikuti langkah-langkah cara menanam pohon jati berikut ini :
Proses pembibitan
Dalam proses pembibitan atau pembenihan sendiri, gunakan benih bunga jati yang kering yang jatuh di area pohon jati, anda bisa memilih biji pohon jati yang berkualitas baik, dengan ciri-ciri warna kulit telah menguning dan kering, berukuran besar, berbentuk bulat, padat serta tak mengkerut dan tidak mengalami cacat.
Keluarkan biji tersebut dari bunga, sebelum disemai rendam terlebih dahulu pada air hingga 3-4 jam.
Buat media semai dengan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag, tanam bibit atau benih ke dalam polybag dengan kedalaman  5 cm kemudian timbun menggunakan media yang sama di atasnya. Benih akan tumbuh benih-benih kecil,pada usia 47 hari setelah semai.
Penyiraman dan pemeliharaan bibit
Langkah menanam pohon jati yang baik dan benar adalah dengan pemeliharaan bibit dengan menyiramnya secara rutin tiap pagi – sore, namun jangan terlalu banyak agar benih tidak busuk.
Tempatkan persemaian di tempat yang teduh, agar terhindar dari sinar matahari langsung dan hujan. Pupuk bibit menggunakan UREA 1 kali dalam sebulan. Bibit siap pindah tanam setelah berusia 5 bulan setelah semai.
Tahap persiapan lahan
Taburkan pupuk kandang atau kompos ke media tanam sebanyak 2 ton per hektar, pemberian pupuk ini dilakukan 3-4 minggu sebelum pengolahan lahan. Kemudian gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak. Buat lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm dengan jarak antar lubang tanam 2,5×2,5m dan biarkan 2-3 minggu.
Tahap penanaman
Lepaskan plastik polybag dengan hati-hati, masukkan bibit pada lubang tanam, usahakan tetap dalam keadaan tegak. Tutup lubang menggunakan tanah kemudian padatkan pelan-pelan di area sekitar tanaman agar tanaman tidak roboh, lalu siram tanaman agar kelembaban tetap terjaga.
Tahap pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman/penanaman kembali, hal ini dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh, jarak penyulaman sebaiknya tidak terlalu lama agar pertumbuhan tanaman seragam, lakukan juga pemupukan dan penyiangan. Perlakuan seperti ini dilakukan intensif dari awal masa tanam hingga umur tanaman 5 tahun, selanjutnya dilakukan 3 bulan sekali. Lakukan pemangkasan atau perempelan cabang, hal ini dilakukan agar batang utama bisa tumbuh optimal dan lurus ke atas.
Tahap pemanenan

Masa panen tanaman jati biasanya ketika sudah berumur 12-15 tahun, akan tetapi sebaiknya anda sesuaikan dengan kebutuhan, jika anda akan menggunakan hasil panen untuk bahan bangunan, maka biasanya masa panen paling baik ketika pohon jati  telah berumur sekitar 20 tahun.
Tips Budidaya Jati
1.Persiapan lahan
Tanaman jati bagus dibudidayakan di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Mendapat curah hujan cukup yaitu antara 1.200 mililiter (mm) sampai 3.000 mm pertahun. Suhu udaranya 10 – 40 derajat Celcius, kecepatan angin 40 kilometer (km) per jam- 48 km per jam, serta tingkat keasaman (pH) tanah antara 5.5 – 7.5.
2.Penanaman
Untuk Proses penanaman kayu jati sendiri tidak jauh berbeda dengan tanaman pohon pada umumnya, yaitu dengan membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. Sedangkan jarak ideal tanaman jati adalah 3 meter (m) x 3 m. Pastikan jarak tanam antar pohon tidak terlalu dekat agar pohon mendapatkan cukup terkena matahari.
3.Pemupukan
Untuk mendapatkan keuntungan masa panen yang cepat tentunya juga perlu perawatan dan pemupukan. Awal tanam dilakukan pemupukan dengan diberikan pupuk kandang dan NPK dilubang tanam dengan takaran 3 sampai 5 kilogram pupuk kandang dan 200 gram NPK dalam satu lubang.
Pemupukan dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali dengan pupuk kandang dan NPK dengan dosis 250 gram. Jika tanaman jati sudah berumur lebih satu tahun, pemupukan dilakukan setahun sekali dan diberikan menjelang musim hujan.
Dengan perawatan dan pemupukan yang tepat, pohon jati bisa dipanen pada usia 5 tahun atau pohon sudah berdiameter 30 cm. Demikian sedikit gambaran Usaha Budidaya Jati Unggulan semoga membantu anda.
4.Panen
Untuk panen anda bisa tentukan sendiri lamanya tergantung dengan pertumbuhan kayu jati anda biasanya panen bisa dilakukan saat usia pohon mencapai usia antara 10 sampai 15 tahun.




Kamis, 26 Desember 2019

TEKNIK PENANAMAN


Penanaman adalah kegiatan memindahkan bibit dari tempat penyemaian ke lahan pertanaman untuk di dapatkan hasil produk dari tanaman yang di budidayakan. Proses pemindahan ini tidak boleh di lakukan dengan sembarangan, perlu adanya metode agar tanaman dapat belangsung hidup di media dan lingkuanganya yang baru.
Pada umumnya kegagalan dalam proses penanaman adalah saat memindahkan bibit dari polybag ke media tanah di lahan

Prosedur Penanaman Bibit :
1. Lahan yang kering sebelum di tanam di siram dulu dengan air lembab
2. Membuat lubang dengan tugal sedalam 5 cm kurang lebih
3. Sebelum bibit di keluarkan dari polybag di siram terlebih dahulu agar media tidak pecah
4. Melakukan penanaman bibit, usahakan bibit dalam keadaan tegak dan satu lubang tanaman untuk satu bibit
5. Mulsa jerami di pasang di sekitar tanaman, tujuannya untuk menjaga kelembaban tanaman dan mengurangi pertumbuhan gulma.

Penanaman pohon dapat mengurangi dampak pemanasan global dengan kemampuan pohon dalam menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya pemanasan global
Manfaat Penanaman :
·        Manfaat estetis (keindahan),
Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh   karena itu, apabila di susun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok dapat menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman.
·        Manfaat Orologis, 
Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah
·       Manfaat Hidrologis, 
Banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah resapan/persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya
·       Manfaat Klimatologis, 
Dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
·        Manfaat Edaphis, 
Ini manfaat dalam kaitan tempat hidup binatang. Dilingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.
·       Manfaat Ekologis, 
Lingkungan yang baik adalah seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.
·       Manfaat Protektif, 
Manfaat protektif adalah manfaat karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari silau.
·       Manfaat Hygienis,
Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Teknik Penanaman
·         Penentuan Pola Tanaman
Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan.Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan.Jarak Tanam menentukan populasi tanaman & kebutuhan benih/ha.
·         Pembuatan Lubang tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.
Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:
Ø  Sistem tanaman tunggal
Dalam sistem ini, seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya.Kedelai yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit
Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm; 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.
Ø  Sistem tanaman campuran
Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.    Umur tanaman tidak jauh berbeda.
2.    Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar.
3.    Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit.
4.    Kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah, kedelai dengan jagung, kedelai dengan ketela pohon.
Ø  Sistem tanaman tumpangsari
Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu, misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis.Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik, biasanya kedelai ditanam bersamaan.
·         Waktu Tanam
             Penamanan harus dilaksanakan pada awal musim penghujan, dimana nyata sekali lebih menguntungkan di bandingkan jika di tanam pada akhir musim penghujan. Oleh karena itu di anjurkan agar semua persiapan kerja diselesaikan, agar penanaman dapat di laksanakan secepat mungkin tanpa ada penundaan. Hanya bibit yang benar - benar tumbuh sehat yang harus di tanam. Idealnya bibit berumur 9 - 12 bulan sebelum di pindahkan ke lapangan.

Tata Waktu Pemeliharaan Pemeliharaan Tahun Berjalan :
·         dilaksanakan 1 bulan setelah penanaman, meliputi
(a) penyulaman 10%,
(b) pendangiran,
(c) penyiangan,
(d) pemupukan,
(e) penanggulangan hama dan penyakit
·         Pemeliharaan Tahun I : dilaksnakan 1 tahun setelah penanaman, meliputi
(a) penyulaman 20%,
(b) pendangiran,  
(c) penyiangan,
(d) pemupukan,
(e) penanggulangan hama dan penyakit
·         Pemeliharaan Tahun II : dilaksanakan 2 tahun setelah penanaman, meliputi
(a) pendangiran,
(b) penyiangan,
(c) pemupukan,
(d) penanggulangan hama dan penyakit. Tidak ada penyulaman
Evaluasi Tanaman 
Evaluasi tanaman perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penanaman. Evaluasi tanaman dilaksanakan sebelum pelaksanaan pemeliharaan tanaman. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah :
ü  Menghitung g jumlah tanaman yang hidup/mati,
ü  Menghitung jumlah tanaman sehat
ü Menghitung jumlah tanaman yang merana (tidak normal), Mengamati tingkat gangguan tanaman (hama, penyakit, gulma, binatang, dll.)
Langkah-langkah Evaluasi Tanaman
ü  Buat plot ukuran 25 m x 40 m atau setara 0,1 ha untuk setiap 1 ha areal penanaman
ü  Plot pertama diletakkan secara acak,
ü  plot berikutnya diletakkan secara berurutan di mana jarak antar pusat plot arah Utara- Selatan adalah 100 m, dan arah Barat-Timur adalah 200 m
ü  Pada setiap plot lakukan pengamatan :
·     Jumlah tanaman hidup - Jumlah tanaman mati
·     Jumlah tanaman merana (kecil kemungkinan tumbuh normal)
·     Jenis gangguan tanaman (hama, penyakit, ternak, dll.)
·     Data hasil evaluasi sangat berguna untuk melakukan startegi pemeliharaan tanaman