Kamis, 23 Januari 2020

Budidaya Tanaman Jati


Jati adalah salah satu sejenis tumbuhan pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Jati memiliki ciri Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m.
Pohon Jati merupakan salah satu penghasil kayu terbaik saat ini dan paling banyak dicari untuk berbagai keperluan diantaranya yaitu pembuatan kerajinan mebel dan furniture, bahan pembuatan bangunan, dinding rumah dan lain sebagainya.
Hal yang membuat jati menjadi sangat diminati karena kayu jati memiliki banyak sekali keunggulan dibanding dengan kayu lain.
Berikut ini keunggulan yang dimiliki oleh
kayu jadi diantaranya :
1.    Memiliki kekuatan dan keawetan yang sangat baik
2.    Mudah dipotong dan diolah menjadi banyak produk
3.    tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
4.    Tidak gampang lapuk
5.    Memiliki bobot yang berat dan kokoh dan masih banyak lagi
Ini keunggulan Jati :
1.         Tangguh dan Adaptif
Jati merupakan pohon dan jenis kayu yang terbukti kuat dan tahan terhadap segala kondisi cuaca saat sudah diubah menjadi furnitur. Jati memiliki kemampuan untuk bisa hidup dalam kondisi panas ekstrem yang mengasah kekuatannya. Satu kemampuannya yang dikenal adalah meranggas atau menggugurkan daunnya di musim kemarau yang sangat panas. Kemampuan alami jati ini mengurangi penguapan selama musim kemarau dan menjaga kandungan air di akar dan batangnya. Hal ini karena pada musim kemarau tidak tersedia air di dalam tanah untuk diserap.
2.         Material Furnitur Favorit Indonesia dan Dunia Saat diekstraksi menjadi kayu, jati memiliki karakteristik yang kuat, tahan lama, antilapuk, antirayap, dan eksotis dengan guratan-guratan serat dan vernis yang berkilauan.
 Harganya pun menjadi mahal karena waktu pertumbuhan yang lama. Jati dengan kondisi yang baik paling tidak mesti tumbuh selama 20 tahun atau lebih untuk bisa memiliki karakteristik yang disebutkan sebelumnya. Jati juga menjadi komoditas yang dicari di pusat-pusat kerajinan kayu. Jepara adalah yang paling terkenal, diikuti Bojonegoro, Blora, dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa. Bukan hanya diminati dan menghiasi rumah-rumah di dalam negeri, jati pun bertransformasi menjadi komoditas untuk ekspor yang dilakukan pengusaha-pengusaha kayu jati, yang seringkali juga disebut kayu emas ini.
3.          Kayu Jati Sebagai Investasi
Dengan harganya yang mahal, ada orang-orang yang mengerti industri kayu dan memilih jati untuk menjadi bisnis utamanya atau bahkan investasi untuk dirinya dan keluarga. Dengan harga bibit yang relatif murah, terutama bila dibandingkan dengan hasil penjualan yang bisa didapat, jati dijadikan instrumen investasi. Anda hanya perlu mengerti lebih dalam sistem budidayanya serta legalitas jati untuk dipelihara dan nantinya dijual. Industri jati dikelola dan diawasi oleh Perum Perhutani yang mewajibkan penanam, penjual, dan pengusaha jati untuk mengikuti aturan-aturan yang dibuat untuk melindungi penjual dan pembeli dan mencegah risiko pencurian dan penyelundupan.
4.          Pemanfaatan Jati sebagai Furnitur Sebagai perabot dan furnitur, jati yang sudah diolah hampir bisa dijadikan apa saja.
Mulai dari kusen pintu, jendela, dekorasi ukiran, meja makan, kursi, rangka tempat tidur, nakas, meja rias, dan perabot-perabot lainnya yang terbuat dari kayu. Pengolahan dan perakitan jati menjadi furnitur pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan diperlukan tenaga ahli dan pengrajin. Faktor ini juga yang membuat harga jati bernilai tinggi. Craftsmanship atau keahlian dari pengrajin jati ditambah dengan waktu tumbuh yang lama dan legalitas yang kompleks membuat nilai kayu jati terus-menerus naik setiap tahunnya. Walaupun begitu, memiliki pohon jati ataupun furnitur dari jati akan selalu menguntungkan karena nilainya yang berharga, keindahannya yang eksotis, dan kekuatannya yang tidak bisa dikalahkan oleh jenis kayu lainnya.


Jenis Jenis Kayu Jati
 Jati sendiri memiliki banyak sekali jenis, yang dikenal luas diantara masyarakat luas, diantaranya adalah :
1.    Jati unggul
2.    jati emas
3.    Jati super
4.    Jati jumbo
5.    Jati perhutani
6.    Jati utama
7.    Jati biotropika dan masih banyak lagi
Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati 
Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati sebagai berikut:
1. Curah hujan 1500-2500mm/tahun.
2. Bulan kering 2-4 bulan.
3. Tinggi lokasi penanaman 10-1000 m dari permukaan laut.
4. Intensitas cahaya 75-100%.
5. Ph tanah 4-8.
6. Jenis tanah lempung berpasir, hindari tanah becek/rawa dan cada
Untuk itu bagi anda yang tertarik menanam pohon jati bisa mengikuti langkah-langkah cara menanam pohon jati berikut ini :
Proses pembibitan
Dalam proses pembibitan atau pembenihan sendiri, gunakan benih bunga jati yang kering yang jatuh di area pohon jati, anda bisa memilih biji pohon jati yang berkualitas baik, dengan ciri-ciri warna kulit telah menguning dan kering, berukuran besar, berbentuk bulat, padat serta tak mengkerut dan tidak mengalami cacat.
Keluarkan biji tersebut dari bunga, sebelum disemai rendam terlebih dahulu pada air hingga 3-4 jam.
Buat media semai dengan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag, tanam bibit atau benih ke dalam polybag dengan kedalaman  5 cm kemudian timbun menggunakan media yang sama di atasnya. Benih akan tumbuh benih-benih kecil,pada usia 47 hari setelah semai.
Penyiraman dan pemeliharaan bibit
Langkah menanam pohon jati yang baik dan benar adalah dengan pemeliharaan bibit dengan menyiramnya secara rutin tiap pagi – sore, namun jangan terlalu banyak agar benih tidak busuk.
Tempatkan persemaian di tempat yang teduh, agar terhindar dari sinar matahari langsung dan hujan. Pupuk bibit menggunakan UREA 1 kali dalam sebulan. Bibit siap pindah tanam setelah berusia 5 bulan setelah semai.
Tahap persiapan lahan
Taburkan pupuk kandang atau kompos ke media tanam sebanyak 2 ton per hektar, pemberian pupuk ini dilakukan 3-4 minggu sebelum pengolahan lahan. Kemudian gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak. Buat lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm dengan jarak antar lubang tanam 2,5×2,5m dan biarkan 2-3 minggu.
Tahap penanaman
Lepaskan plastik polybag dengan hati-hati, masukkan bibit pada lubang tanam, usahakan tetap dalam keadaan tegak. Tutup lubang menggunakan tanah kemudian padatkan pelan-pelan di area sekitar tanaman agar tanaman tidak roboh, lalu siram tanaman agar kelembaban tetap terjaga.
Tahap pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman/penanaman kembali, hal ini dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh, jarak penyulaman sebaiknya tidak terlalu lama agar pertumbuhan tanaman seragam, lakukan juga pemupukan dan penyiangan. Perlakuan seperti ini dilakukan intensif dari awal masa tanam hingga umur tanaman 5 tahun, selanjutnya dilakukan 3 bulan sekali. Lakukan pemangkasan atau perempelan cabang, hal ini dilakukan agar batang utama bisa tumbuh optimal dan lurus ke atas.
Tahap pemanenan

Masa panen tanaman jati biasanya ketika sudah berumur 12-15 tahun, akan tetapi sebaiknya anda sesuaikan dengan kebutuhan, jika anda akan menggunakan hasil panen untuk bahan bangunan, maka biasanya masa panen paling baik ketika pohon jati  telah berumur sekitar 20 tahun.
Tips Budidaya Jati
1.Persiapan lahan
Tanaman jati bagus dibudidayakan di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Mendapat curah hujan cukup yaitu antara 1.200 mililiter (mm) sampai 3.000 mm pertahun. Suhu udaranya 10 – 40 derajat Celcius, kecepatan angin 40 kilometer (km) per jam- 48 km per jam, serta tingkat keasaman (pH) tanah antara 5.5 – 7.5.
2.Penanaman
Untuk Proses penanaman kayu jati sendiri tidak jauh berbeda dengan tanaman pohon pada umumnya, yaitu dengan membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. Sedangkan jarak ideal tanaman jati adalah 3 meter (m) x 3 m. Pastikan jarak tanam antar pohon tidak terlalu dekat agar pohon mendapatkan cukup terkena matahari.
3.Pemupukan
Untuk mendapatkan keuntungan masa panen yang cepat tentunya juga perlu perawatan dan pemupukan. Awal tanam dilakukan pemupukan dengan diberikan pupuk kandang dan NPK dilubang tanam dengan takaran 3 sampai 5 kilogram pupuk kandang dan 200 gram NPK dalam satu lubang.
Pemupukan dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali dengan pupuk kandang dan NPK dengan dosis 250 gram. Jika tanaman jati sudah berumur lebih satu tahun, pemupukan dilakukan setahun sekali dan diberikan menjelang musim hujan.
Dengan perawatan dan pemupukan yang tepat, pohon jati bisa dipanen pada usia 5 tahun atau pohon sudah berdiameter 30 cm. Demikian sedikit gambaran Usaha Budidaya Jati Unggulan semoga membantu anda.
4.Panen
Untuk panen anda bisa tentukan sendiri lamanya tergantung dengan pertumbuhan kayu jati anda biasanya panen bisa dilakukan saat usia pohon mencapai usia antara 10 sampai 15 tahun.




Kamis, 26 Desember 2019

TEKNIK PENANAMAN


Penanaman adalah kegiatan memindahkan bibit dari tempat penyemaian ke lahan pertanaman untuk di dapatkan hasil produk dari tanaman yang di budidayakan. Proses pemindahan ini tidak boleh di lakukan dengan sembarangan, perlu adanya metode agar tanaman dapat belangsung hidup di media dan lingkuanganya yang baru.
Pada umumnya kegagalan dalam proses penanaman adalah saat memindahkan bibit dari polybag ke media tanah di lahan

Prosedur Penanaman Bibit :
1. Lahan yang kering sebelum di tanam di siram dulu dengan air lembab
2. Membuat lubang dengan tugal sedalam 5 cm kurang lebih
3. Sebelum bibit di keluarkan dari polybag di siram terlebih dahulu agar media tidak pecah
4. Melakukan penanaman bibit, usahakan bibit dalam keadaan tegak dan satu lubang tanaman untuk satu bibit
5. Mulsa jerami di pasang di sekitar tanaman, tujuannya untuk menjaga kelembaban tanaman dan mengurangi pertumbuhan gulma.

Penanaman pohon dapat mengurangi dampak pemanasan global dengan kemampuan pohon dalam menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya pemanasan global
Manfaat Penanaman :
·        Manfaat estetis (keindahan),
Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh   karena itu, apabila di susun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok dapat menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman.
·        Manfaat Orologis, 
Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah
·       Manfaat Hidrologis, 
Banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah resapan/persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya
·       Manfaat Klimatologis, 
Dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
·        Manfaat Edaphis, 
Ini manfaat dalam kaitan tempat hidup binatang. Dilingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.
·       Manfaat Ekologis, 
Lingkungan yang baik adalah seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.
·       Manfaat Protektif, 
Manfaat protektif adalah manfaat karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari silau.
·       Manfaat Hygienis,
Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Teknik Penanaman
·         Penentuan Pola Tanaman
Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan.Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan.Jarak Tanam menentukan populasi tanaman & kebutuhan benih/ha.
·         Pembuatan Lubang tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.
Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:
Ø  Sistem tanaman tunggal
Dalam sistem ini, seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya.Kedelai yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit
Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm; 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.
Ø  Sistem tanaman campuran
Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.    Umur tanaman tidak jauh berbeda.
2.    Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar.
3.    Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit.
4.    Kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah, kedelai dengan jagung, kedelai dengan ketela pohon.
Ø  Sistem tanaman tumpangsari
Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu, misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis.Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik, biasanya kedelai ditanam bersamaan.
·         Waktu Tanam
             Penamanan harus dilaksanakan pada awal musim penghujan, dimana nyata sekali lebih menguntungkan di bandingkan jika di tanam pada akhir musim penghujan. Oleh karena itu di anjurkan agar semua persiapan kerja diselesaikan, agar penanaman dapat di laksanakan secepat mungkin tanpa ada penundaan. Hanya bibit yang benar - benar tumbuh sehat yang harus di tanam. Idealnya bibit berumur 9 - 12 bulan sebelum di pindahkan ke lapangan.

Tata Waktu Pemeliharaan Pemeliharaan Tahun Berjalan :
·         dilaksanakan 1 bulan setelah penanaman, meliputi
(a) penyulaman 10%,
(b) pendangiran,
(c) penyiangan,
(d) pemupukan,
(e) penanggulangan hama dan penyakit
·         Pemeliharaan Tahun I : dilaksnakan 1 tahun setelah penanaman, meliputi
(a) penyulaman 20%,
(b) pendangiran,  
(c) penyiangan,
(d) pemupukan,
(e) penanggulangan hama dan penyakit
·         Pemeliharaan Tahun II : dilaksanakan 2 tahun setelah penanaman, meliputi
(a) pendangiran,
(b) penyiangan,
(c) pemupukan,
(d) penanggulangan hama dan penyakit. Tidak ada penyulaman
Evaluasi Tanaman 
Evaluasi tanaman perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penanaman. Evaluasi tanaman dilaksanakan sebelum pelaksanaan pemeliharaan tanaman. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah :
ü  Menghitung g jumlah tanaman yang hidup/mati,
ü  Menghitung jumlah tanaman sehat
ü Menghitung jumlah tanaman yang merana (tidak normal), Mengamati tingkat gangguan tanaman (hama, penyakit, gulma, binatang, dll.)
Langkah-langkah Evaluasi Tanaman
ü  Buat plot ukuran 25 m x 40 m atau setara 0,1 ha untuk setiap 1 ha areal penanaman
ü  Plot pertama diletakkan secara acak,
ü  plot berikutnya diletakkan secara berurutan di mana jarak antar pusat plot arah Utara- Selatan adalah 100 m, dan arah Barat-Timur adalah 200 m
ü  Pada setiap plot lakukan pengamatan :
·     Jumlah tanaman hidup - Jumlah tanaman mati
·     Jumlah tanaman merana (kecil kemungkinan tumbuh normal)
·     Jenis gangguan tanaman (hama, penyakit, ternak, dll.)
·     Data hasil evaluasi sangat berguna untuk melakukan startegi pemeliharaan tanaman


Selasa, 26 November 2019

Mengenal Bambu sebagai produk Hasil Hutan Bukan Kayu


Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang  60 cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam. Bambu diklasifikasikan ke lebih dari 10 genus dan 1450 spesies.  Spesies bambu ditemukan di berbagai lokasi iklim, dari iklim dingin pegunungan hingga daerah tropis panas. Terdapat dua bentuk bambu secara umum, yaitu bambu berkayu dari suku Arundinarieae dan Bambuseae, dan bambu rerumputan dari suku Olyreae. Analisis molekuler dari pastida menunjukkan bahwa terdapat tiga sampai lima garis keturunan utama dari bambu.
Bambu adalah tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia, dilaporkan dapat tumbuh 100 cm (39 in) dalam 24 jam. Namun laju pertumbuhan ini amat ditentukan dari kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies. Laju pertumbuhan yang paling umum adalah sekitar 3–10 cm (1,2–3,9 in) per hari. Bambu pernah tumbuh secara besar-besaran pada periode Cretaceous, di wilayah yang kini disebut dengan Asia. Beberapa dari spesies bambu terbesar dapat tumbuh hingga melebihi 30 m (98 ft) tingginya, dan bisa mencapai diameter batang 15–20 cm (5,9–7,9 in). Namun spesies tertentu hanya bisa tumbuh hingga ketinggian beberapa inci saja.
Bambu termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, yang dapat menjadi penjelasan mengapa bambu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Hal ini berarti bahwa ketika bambu dipanen, bambu akan tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem. Tidak seperti pohon, batang bambu muncul dari permukaan dengan diameter penuh dan tumbuh hingga mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (sekitar 3 sampai 4 bulan). Selama beberapa bulan tersebut, setiap tunas yang muncul akan tumbuh vertikal tanpa menumbuhkan cabang hingga usia kematangan dicapai. Lalu, cabang tumbuh dari node dan daun muncul. Pada tahun berikutnya, dinding batang yang mengandung pulp akan mengeras. Pada tahun ketiga, batang semakin mengeras. Hingga tahun ke lima, jamur dapat tumbuh di bagian luar batang dan menembus hingga ke dalam dan membusukkan batang. Hingga tahun ke delapan (tergantung pada spesies), pertumbuhan jamur akan menyebabkan batang bambu membusuk dan runtuh. Hal ini menunjukkan bahwa bambu paling  tepat dipanen ketika berusia antara tiga hingga tujuh tahun. Bambu tidak akan bertambah tinggi atau membesar batangnya setelah tahun pertama, dan bambu yang telah runtuh atau dipanen tidak akan digantikan oleh tunas bambu baru di tempat ia pernah tumbuh.
Banyak spesies bambu tropis akan mati pada temperatur mendekati titik beku, sementara beberapa bambu di iklim sedang mampu bertahan hingga temperatur −29 °C (−20 °F). Bambu dari genus Phyllostachys dikategorikan sebagai spesies invasif di Amerika Serikat dan jual-beli maupun perbanyakan adalah ilegal. Kebanyakan bambu berbunga sangat jarang. Faktanya, bambu hanya berbunga dengan interval 5 sampai 120 tahun. Pembungaan massal pada spesies tertentu berbeda-beda waktunya. Pembungaan massal yang paling lama periodenya adalah bambu dari spesies Phyllostachys bambusoides. Spesies ini berbunga secara massal dalam waktu bersamaan meski terpisah secara geografis dan iklim, dan setelah itu bambu akan mati menyisakan rizomanya. Pembungaan ini memiliki dampak yang kecil, sehingga mengindikasikan keberadaan alarm biologis di dalam sel yang memicu penjatahan energi untuk memproduksi bunga dan menghentikan pertumbuhan vegetatif. Mekanisme ini, termasuk penyebabnya secara volusi, masih menjadi pertanyaan.
Satu hipotesis yang menjelaskan evolusi dari pembungaan massal ini adalah untuk "mengenyangkan" predator, di mana pembungaan dan pembuahan dalam waktu yang bersamaan akan meningkatkan ketahanan populasi benih mereka dengan membanjiri area dengan buah sehingga predator akan memakan yang mereka butuhkan dan lalu meninggalkan biji-bijian yang tersisa untuk tumbuh menjadi tanaman baru. Bambu memiliki siklus pembungaan yang jauh melebihi usia hidup rodent sehingga mampu mengatur populasi rodent agar tidak terbiasa memakan buah bambu. Dan bambu dewasa yang mati sebelum berbunga akan lebih efektif jika tidak dipertahankan sebagai mekanisme penyimpanan energi untuk melakukan pembungaan.
Hipotesis lainnya adalah berdasarkan pada teori kebakaran hutan bambu, dimana kematian massal pasca pembungaan memicu gangguan habitat. Bambu yang mengering di atas biji-bijian yang telah jatuh di atas tanah dapat memicu kebakaran hutan akibat sambaran petir. Karena bambu dapat menjadi tanaman suksesi yang agresif, dan tunas bambu yang baru dapat mencegah pertumbuhan tanaman yang lain sehingga mereka mampu menguasai lahan.
Namun kedua hipotesis diragukan dengan berbagai alasan. Hipotesis "pengenyangan" predator tidak menjelaskan secara detail mengapa pembungaan massal memakan waktu hingga 10 kali usia hidup rodent. Dan hipotesis kebakaran bambu diragukan karena tidak ditemukan bukti terjadinya kebakaran hutan bambu akibat sambaran petir; hampir semuanya disebabkan oleh manusia. Dan teori pemanfaatan sambaran petir sebagai satu-satunya alasan dalam kemajuan evolusi bambu diragukan karena sambaran petir merupakan kejadian alam yang sangat tidak terduga. Meski kebakaran hutan akibat sambaran petir sebenarnya terjadi dalam jangka waktu evolusi kehidupan di bumi di beberapa tempat. Dan spesies tanaman Pinus contorta membutuhkan pemicu ekologis seperti kebakaran hutan untuk menyebarkan biji lebih cepat, dan Sequoiadendron giganteum membutuhkan kebakaran hutan agar tunas mereka mampu mendominasi hutan.

Pemanenan kayu

Bambu yang digunakan untuk kegiatan konstruksi harus dipanen ketika batang mencapai kekuatan tertingginya dan ketika kadar gula di dalam batang berada dalam kondisi terendah, karena keberadaan gula mempermudah bambu untuk diserang hama.

Pencucian

Pencucian atau pengawa-lindian adalah penguraian getah bambu setelah pemanenan. Di banyak tempat di dunia, kadar getah dikurangi dengan berbagai cara:
1.     Bambu yang telah dipotong ditegakkan dengan bantuan bambu yang masih tertanam hingga daun yang masih menempel pada bambu berwarna kekuningan. Hal ini bertujuan agar kadar gula dalam getah dimanfaatkan oleh daun dan ranting bambu terlebih dahulu. Biasanya dilakukan selama dua minggu.
2. Cara yang sama dengan di atas namun bagian dasar bambu direndam dalam sungai atau drum air. Cara ini lebih cepat karena getah gula keluar hanyut atau larut oleh air.
3.     Dibaringkan dan direndam di badan air yang mengalir.
4.     Air dipompakan ke dalam batang bambu setelah bagian dalamnya dilubangi.
Dalam proses pencucian, bambu dikeringkan perlahan di tempat teduh untuk mencegah retaknya lapisan luar bambu.
Manfaat
Bambu ini juga dimanfaatkan sebagai bahan ramuan rumah: tiang, dinding, lantai, langit-langit, atap; serta untuk konstruksi pelbagai bangunan lain termasuk jembatan. Berat jenis bambu tali berkisar antara 0,50-0,67. Bilah bambu yang diambil dari buluh berusia 3 tahun yang dikeringkan di udara (kadar air 15,1%) memiliki sifat-sifat mekanis, berturut-turut untuk bilah dengan buku dan tanpa buku, sbb.: keteguhan patah 87,5 N/mm² dan 74,9 N/mm²; keteguhan tekan sejajar arah serat 37,5 N/mm² dan 33,9 N/mm²; keteguhan geser 7,47 N/mm² dan 7,65 N/mm²; serta keteguhan tarik sebesar 299 N/mm². Bambu tali telah dimanfaatkan sebagai bahan papan serat.
Kandungan pati pada buluh berfluktuasi antara 0,24-0,71%, bergantung pada musim. Untuk mengurangi kadar pati dan meningkatkan keawetan bambu sebagai bahan bangunan, buluh-buluh ini direndam selama sekurang-kurangnya 30 hari dalam air yang menggenang atau yang mengalir lambat (misalnya di sawah). Sebelumnya, buluh harus dikeringkan lebih dulu dengan cara ditegakkan dan diangin-anginkan di bawah naungan, sampai menjadi kuning dan benar-benar kering.
Rebungnya pahit rasanya dan umumnya tidak dimakan. Sebagian orang merendamnya lebih dulu selama 3-4 hari dalam air atau dalam lumpur, sebelum dimasak.

Bambu tali tercantum dalam lontar usada, yakni kitab pengobatan kuno dari Bali. Disebutkan dalam lembar-lembar lontar tersebut, akar dan buluh bambu apus dapat digunakan untuk mengobati kencing manis dan meremajakan kulit. Uji laboratorium mendapatkan bahwa ekstrak akar dan buluh bambu tali mengandung asam-asam lemak, baik asam lemak jenuh maupun asam lemak tidak jenuh seperti asam oleat, serta pelbagai senyawa lainnya. Sementara itu ekstrak daun bambu tali diketahui memiliki sifat menghambat aktivitas bakteria Escherichia coli penyebab diare.
Kelebihan Bambu :
1.    Ramah gempa
Bambu memiliki serta melampaui kekuatan daya tarik baja dengan diameter yang sama
2.    Tahan angin
Ketahanan terhadap angin juga bias di tingkatkan dengan bermain pada bukaan  atap. Pada bambu banyak celah fleksibel yang bias di lalui angin.
3.    Mudah di temukan
Bahan ini mudah di dapat karena tidak memerlukan waktu lama untuk panen. Sementara kayu lebih mahal dan langka karena harus menunggu selama puluhan tahun agar cukup kuat untuk bias di gunakan sebagai bahan bangunan
4.    Tanaman bambu hidup lebih lama
Di bandingkan dengan bahan kayu, bahan bambu dapat hidup lebih lama. Ketika batang batang bambu di panen, maka tanaman induknya tidak lantas langsung mati.
Produk olahan bambu