Kamis, 26 Maret 2020

BUDIDAYA JAMUR TIRAM


Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu kelompok jamur yang sudah dikenal dengan baik karena bentuk dan ukuran tubuh buahnya sangat familiar di masyarakat. Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dimakan (edible) dan memiliki rasa yang khas. Jamur tiram merupakan jamur kayu yang banyak tumbuh pada pokok-pokok kayu yang sudah lapuk, syarat tumbuh jamur tiram tergantung dari sumber nutrien, suhu, kelembapan, air, cahaya, udara dan keasaman
Pada tubuh buah jamur tiram memiliki batang yang berada di posisi pinggir tudung (pleurotus), serta bentuk jamur ini menyerupai tiram (ostreatus). Jamur tiram mempunyai banyak manfaat dalam bidang kesehatan antara lain dapat mencegah penyakit yaitu diabetes mellitus, tumor, kanker, dan kolesterol darah. Jamur tiram juga bermanfaat dalam menambah vitalitas, memperlancar buang air besar serta meningkatkan daya tahan tubuh (Muljowati, 2015).
Morfologi Jamur Tiram 
Jamur tiram adalah jamur kayu yang tumbuh berderet menyamping pada batang kayu lapuk. Jamur ini memiliki tubuh buah yang tumbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang (tiram). Tubuh buah ini memiliki tudung (pileus) dan tangkai (stipe/stalk). Pileus berbentuk mirip cangkang tiram berukuran 5 – 15 cm dan permukaan bagian bawah berlapis-lapis seperti insang berwarna putih dan lunak. Sedangkan tangkainya dapat pendek atau panjang (2 sd 6 cm) tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Tangkai ini menyangga tudung agak lateral di bagian tepi atau eksentris

Syarat Tumbuh Jamur Tiram 
Syarat tumbuh jamur tiram adalah sebagai berikut:
1.    Suhu. Pada suhu 25°C hingga 30°C miselium akan tumbuh optimal, sedangkan untuk pembentukan tubuh buah jamur, suhu yang dikehendaki adalah 18°C hingga 20°C.
2.    Tingkat keasaman atau pH. pH yang dikehendaki oleh miselum ini adalah 5,5 hingga 6,5. Pertumbuhan miselium dapat terhambat apabila kondisi pH terlalu asam atau terlalu basa. Pada pembentukan tubuh buah, kondisi keasaman agak netral yaitu pada pH 6,8 hingga 7,0. 
3.    Kelembaban. Pertumbuhan miselium membutuhkan kelembaban udara yaitu 65% hingga 70%. Dengan kadar air sekitar 60% miselium jamur akan tumbuh dengan baik. Pertumbuhan tunas dan tubuh buah akan tumbuh optimal pada kelembaban udara 80% hingga 85%. Jika kelembaban di bawah 80% maka tunas dan tubuh buah mengalami gangguan absorbsi nutrisi yang akan berakibat kekeringan. 
4.    Aerasi. Jamur tiram akan tumbuh optimal tanpa terkena sinar matahari langsung, selain itu juga pada lingkungan yang teduh dan sirkulasi udara yang lancar dengan angin spoi-spoi basah karena membutuhkan oksigen sebagai senyawa pertumbuhan atau bisa dikatakan semi anaerob. Oksigen juga akan mendukung pertumbuhan dari jamur, maka perlu adanya sirkulasi udara yang lancar, namun jika oksigennya terbatas akan mengganggu dalam pembentukan tubuh buah yaitu tubuh buah yang dihasilkan akan kecil dan abnormal. 
5.    Cahaya. Dalam keadaan gelap miselium akan tumbuh optimal, sedangkan tubuh buah akan tumbuh optimal pada kondisi yang agak terang, hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan buah (tangkai dan tudung). Jika cahaya kurang atau kurang dari 40 lux maka tangkai buah jamur akan tumbuh kecil dan tudung akan tumbuh abnormal. 
6.    Nutrisi. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram adalah ketersediaan nutrisi antara lain air, karbon, nitrogen, vitamin, dan unsur mineral. Air berguna sebagai kelancaran transportasi yaitu untuk kelancaran aliran partikel kimia antar sel, sedangkan karbon yang digunakan untuk sumber energi, nitrogen digunakan dalam sintesis protein, purin, dan pirimidin, vitamin digunakan sebagai katalisator, unsur mineral yang dibutuhkan adalah unsur makro dan mikro. Unsur makro yaitu P, K, Ca, Mg dan lain-lain, sedangkan unsur mikro antara lain Zn, Cu, dan lain-lain.

Siklus Hidup Jamur Tiram 

  1. Spora yang sudah masak atau dewasa jika berada di tempat yang lembab akan tumbuh dan berkecambah membentuk serat-serat halus menyerupai serat kapas, yang disebut dengan miselium atau miselia. 
  2. Jika keadaan lingkungan tempat tumbuh miselia itu baik, dalam arti temperatur, kelembapan, kandungan C/N/P-Rasio substrat tempat tumbuh memungkinkan, maka kumpulan miselia akan membentuk primordial atau bakal tubuh buah jamur.
  3. Bakal tubuh buah jamur tersebut kemudian akan membesar, dan pada akhirnya membentuk tubuh buah atau bentuk jamur yang kemudian dipanen. 
  4. Tubuh buah jamur dewasa akan membentuk spora. Spora ini tumbuh di bagian ujung basidium, sehingga disebut basidiospora. Jika sudah matang atau dewasa, spora akan jatuh dari tubuh buah jamur.

Media Tanam Jamur Tiram 
media tanam jamur tiram adalah sebagai berikut:
     ·           Serbuk kayu.
Serbuk kayu merupakan tempat tumbuh jamur kayu yang mengandung serat organik (selulosa, hemiselulosa, dan lignin) sebagai sumber makanan jamur. 
·         Bekatul.
Bekatul merupakan hasil sisa penggilingan padi yang kaya vitamin, terutama vitamin B komplek, merupakan bagian yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur serta berfungsi sebagai pemicu untuk pertumbuhan tubuh buah jamur. 
·         Kapur.
Kapur digunakan sebagai pengatur pH media tanam dan sebagai sumber kalsium (Ca) yang dibutuhkan oleh jamur dalam pertumbuhannya. Jenis kapur yang digunakan dapat berupa kapur CaCO3 atau kapur bangunan yang biasa disebut dengan mill.
·          Air.
Air merupakan salah satu faktor untuk kelancaran dan pertumbuhan miselium, agar dapat membentuk spora. Bila kelebihan air maka jamur tiram putih akan mati karena jamur membutuhkan air dalam jumlah sedikit. Bila kadar air serbuk kayu gergaji >78%, maka substrat menjadi anaerobik dan miselium jamur tiram tidak dapat tumbuh dan berkembang, akhirnya miselium mati dan tubuh buah jamur tidak dihasilkan. 
·     Tepung jagung. Tepung jagung merupakan salah satu hal yang penting bagi media tumbuh jamur. Tepung jagung berfungsi sebagai nutrisi tambahan yang banyak mengandung nitrogen dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Kandungan dan Manfaat Jamur Tiram 
Jamur tiram putih adalah salah satu jamur yang enak dimakan serta mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Jamur ini mengandung protein (27%), vitamin dan mineral. Vitamin–vitamin yang terkandung dalam jamur ini meliputi tiamin, riboflavin, niasin, biotin dan vitamin C. Mineral yang ada pada jamur ini meliputi kalium, kalsium, magnesium, besi, natrium, kuprum, sulfur dan fosfor. Jamur ini mengandung 18 jenis asam amino yang meliputi isoleucine, leucine, lysine, methionine, cystine, phenylalanine, tyrosine, threonine, tryptophan, valine, arginine, histidine, alanine, aspartat, asam glutamate, glysin, proline dan serine. Jamur ini juga memiliki sejumlah enzim, terutama tripsin yang sangat dibutuhkan dalam proses pencernaan dan tripsin ini sama dengan tripsin yang dihasilkan oleh kelenjar lambung
Langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih

1.       Menyiapkan kumbung

Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
·         Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
·    Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
·   Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.

2.       Menyiapkan baglog

Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.

Cara merawat baglog

Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.

Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
  •    Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  •       Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram.
  •         Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

    Panen budidaya jamur tiram 

    Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
    Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Pemanenan di lakukan di sembarang hari bisa pagi, siang ataupun sore hari. Jamur yang layak panen adalah jamur yang memiliki pertumbuhan tubuh yang sudah optimal. Selama satu periode tanam, jamur tiram dapat di panen sebanyak 4-8 kali tergantung kondisi yang menunjang.  Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

    Adapun manfaat dari jamur tiram adalah sebagai berikut: 
    1.     Jamur tiram dapat menjadi sumber protein alternatif karena kadar protein jamur tiram lebih tinggi dibandingkan bahan makanan lain (jamur mengandung 19-35%, beras 7,3%, gandum 13,2% dan susu sapi 25,2%). 
    2.     Jamur tiram dapat dijadikan suplemen bagi para pelaku diet karena jamur tiram mengandung serat berupa lignoselulosa yang sangat baik bagi pencernaan. 
    3.    Jamur tiram dapat dijadikan sebagai makanan alternatif yang baik, khususnya bagi para penganut vegetarian dan penderita kolesterol tinggi. Kandungan gizi jamur setara dengan kandungan gizi pada daging, tetapi jamur tidak mengandung kolesterol jahat. 
    Kandungan senyawa pluran dalam jamur tiram dipercaya berkhasiat sebagai anti tumor dan anti kanker

Kamis, 20 Februari 2020

SISTEM AGROFORESTRY


Agroforestri adalah sistem budidaya tanaman kehutanan yang dilakukan bersama dengan tanaman pertanian / peternakan. Tanaman kehutanan yang dimaksud adalah tanaman pepohonan, sedangkan tanaman pertanian berkaitan dengan tanaman semusim.  sistem ini seringkali disebut dengan istilah “wanatani” yang merupakan gabungan dari kata “wana” dan “tani” yang berarti hutan tani. Pada prakteknya, agroforestri ialah suatu sistem pengelolaan lahan yang berguna untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul adalah alih fungsi lahan menyebabkan lahan hutan semakin berkurang. Agroforestri diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut dan masalah ketersediaan pangan.
System Agroforestry :
1. System Agroforestry sederhana
   Suatu system pertanian di mana pepohonan di tanam secara tumpangsari dengan satu / lebih jenis tanaman semusim
2. System Agroforestry kompleks
  Suatu system pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis tanaman pohon baik sengaja di tanam maupun yang tumbuh secara alam pada sebidang lahan. Dalam system ini terdapat beraneka jenis pohon, juga di tanam tanaman perdu, tanaman memanjat ( liana ), tanaman semusim dan rerumputan.
Pola tanam agroforestry ada beberapa bentuk diantaranya :
  Ø  Trees Along Border ( pohon pembatas)
   Pola penanaman pohon di bagian pinggir lahan dan tanaman pertanian berada di bagian  tengah
Ø  Alternate Rows ( Baris )
   Model penanaman agroforestry yang menempatkan pohon dan tanaman pertanian secara berseling – selig. Pola ini di mungkinkan pada lahan yang relative datar
Ø  Alley cropping ( Pola lorong )
   Pola penanaman agroforestry yang menempatkan pohon – pohon di pinggir kanan dan kiri tanaman pertanian 
Ø  Random mixture ( acak )
   Pola penanaman acak, artinya tanaman pertanian dan pohon di tanam tidak teratur
Tujuan Agroforestry :
Ø  Meningkatkan produktifitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya lahan dan hutan
Ø  Meningkatkan kualitas sumber daya alam terutama tanah dan air
ØMeningkatkan kesejahteraan  masyarakat dan peran sertanya dalam melindungi sumber daya alam
Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. Namun sistem Agroforestri telah dipraktekan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia selama berabad-abad dengan nama dan istilah yang berbeda-beda.
Berikut ini beberapa manfaat dari agroforestry:
  • Membantu penggunaan lahan secara optimal sehingga dapat memperbaiki kebutuhan hidup masyarakat
  • Mengurangi aliran permukaan, pencucian hara dan erosi tanah
  • Meningkatkan persediaan pangan pada tiap musim, sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun untuk memperoleh manfaat ini, maka petani harus memperhatikan kualitas nutrisi, pemasaran serta setiap proses yang terjadi pada agroforestri
  • Memperbaiki penyediaan energi lokal terutama produksi kayu bakar
  • Meningkatkan dan memperbaiki produksi bahan mentah hasil kehutanan maupun pertanian. Umumnya peningkatan produksi bahan mentah ini dilakukan secara kualitatif dan diversifikasi. Selain itu, biasanya juga dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis pohon dan perdu
  • Memperbaiki kualitas hidup terutama di daerah pedesaan, terutama di daerah miskin. Agroforestri dapat meningkatkan pendapatan serta tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat
  • Meningkatkan kinerja usia produktif (usia muda) di pedesaan sehingga kualitas hidup dapat meningkat
  • Memelihara dan memperbaiki kemampuan dan kelestarian lingkungan setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya erosi tanah dan degradasi lingkungan
Pada dasarnya agroforestri mempunyai komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian, peternakan dan perikanan. Penggabungan komponen-komponen yang termasuk dalam agroforestri dikenal dengan nama :
·  Agrisilvikultur merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pohon, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian.
·  Silvopastura merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan.
Wujud dalam silvopastura yaitu dalam suatu kawasan hutan di tanami rumput atau sejenisnya tanpa merusak tegakan hutan. Bentuk silvopastura dapat di terapkan dalam kawasan hutan yang penduduknya mengembangkan usaha ternak tetapi tidak memiliki tempat penggembalaan. Sehingga lahan di bawah tegakan hutan dapat di tanami rumput yang di manfaatkan untuk pakan ternak.

·  Silvofeshry merupakan Kombinasi antara komponen kehutanan dan komponen perikanan.

·       Apiculture merupakan kombinasi pohon dan lebah

·       Sericulture merupakan kombinasi pohon dan ulat sutera

Keunggulan Agroforestri
Ada beberapa keunggulan dari pengembangan agroforestri, antara lain rendahnya modal dan biaya tenaga kerja yang akan digunakan. Sebab, produktivitas lahan melalui siklus unsur hara dan perlindungan tanah mampu dilakukan dengan modal yang murah dan sedikit tenaga kerja.
Selain itu, agroforestri juga dapat meningkatkan nilai output pada suatu area lahan tertentu. Hal ini terjadi karena adanya penanaman campuran antara pohon dan spesies lainnya. Agroforestri juga dapat mendiversifikasi kisaran output dengan tujuan untuk meningkatkan swasembada. Diversifikasi dapat mengurangi hilangnya pendapatan yang mungkin terjadi terutama ketika cuaca buruk atau karena pengaruh faktor biologi dan faktor pasar.

      Kelemahan Agroforestri

Selain memiliki kelebihan, tentunya agroforestri juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya dapat mengurangi hasil tanaman pokok karena pohon-pohon yang ada akan bersaing dalam perolehan zat hara, cahaya matahari dan air.
Selain itu, sistem ini juga menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian pohon dengan kegiatan pertanian, contohnya aktivitas pembakaran dan pemakaian lahan bersama yang akan membuat perlindungan terhadap pohon menjadi berkurang.
Di harapkan dengan system agroforestry dapat menjadi suatu solusi masalah kemiskinan. Dalam kegiatan in masyarakat dapat memanfaatkan lahan hutan untuk kegiatan yang menghasilkan tanaman pangan di antara tanaman hutan. Selain itu masyarakat dapat mengembangkan tanaman pekarangan, kebun, pemeliharaan hutan sekunder dan kawasan hutan lindung sekitar desa untuk perlindungan tata air dan mengelola hasil hutan dengan pemanfaatan hasil hutan non kayu.
Tujuan akhir program agroforestri adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat petani, terutama yang di sekitar hutan, yaitu dengan memprioritaskan partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki keadaan lingkungan yang rusak dan berlanjut dengan memeliharanya. Program-program agroforestri diarahkan pada peningkatan dan pelestarian produktivitas sumberdaya, yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Tujuan tersebut diharapkan dapat dicapai dengan cara mengoptimalkan interaksi positif antara berbagai komponen penyusunnya (pohon, produksi tanaman pertanian, ternak/hewan, perikanan) atau interaksi antara komponen-komponen tersebut dengan lingkungannya.

Kamis, 23 Januari 2020

Budidaya Tanaman Jati


Jati adalah salah satu sejenis tumbuhan pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Jati memiliki ciri Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m.
Pohon Jati merupakan salah satu penghasil kayu terbaik saat ini dan paling banyak dicari untuk berbagai keperluan diantaranya yaitu pembuatan kerajinan mebel dan furniture, bahan pembuatan bangunan, dinding rumah dan lain sebagainya.
Hal yang membuat jati menjadi sangat diminati karena kayu jati memiliki banyak sekali keunggulan dibanding dengan kayu lain.
Berikut ini keunggulan yang dimiliki oleh
kayu jadi diantaranya :
1.    Memiliki kekuatan dan keawetan yang sangat baik
2.    Mudah dipotong dan diolah menjadi banyak produk
3.    tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
4.    Tidak gampang lapuk
5.    Memiliki bobot yang berat dan kokoh dan masih banyak lagi
Ini keunggulan Jati :
1.         Tangguh dan Adaptif
Jati merupakan pohon dan jenis kayu yang terbukti kuat dan tahan terhadap segala kondisi cuaca saat sudah diubah menjadi furnitur. Jati memiliki kemampuan untuk bisa hidup dalam kondisi panas ekstrem yang mengasah kekuatannya. Satu kemampuannya yang dikenal adalah meranggas atau menggugurkan daunnya di musim kemarau yang sangat panas. Kemampuan alami jati ini mengurangi penguapan selama musim kemarau dan menjaga kandungan air di akar dan batangnya. Hal ini karena pada musim kemarau tidak tersedia air di dalam tanah untuk diserap.
2.         Material Furnitur Favorit Indonesia dan Dunia Saat diekstraksi menjadi kayu, jati memiliki karakteristik yang kuat, tahan lama, antilapuk, antirayap, dan eksotis dengan guratan-guratan serat dan vernis yang berkilauan.
 Harganya pun menjadi mahal karena waktu pertumbuhan yang lama. Jati dengan kondisi yang baik paling tidak mesti tumbuh selama 20 tahun atau lebih untuk bisa memiliki karakteristik yang disebutkan sebelumnya. Jati juga menjadi komoditas yang dicari di pusat-pusat kerajinan kayu. Jepara adalah yang paling terkenal, diikuti Bojonegoro, Blora, dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa. Bukan hanya diminati dan menghiasi rumah-rumah di dalam negeri, jati pun bertransformasi menjadi komoditas untuk ekspor yang dilakukan pengusaha-pengusaha kayu jati, yang seringkali juga disebut kayu emas ini.
3.          Kayu Jati Sebagai Investasi
Dengan harganya yang mahal, ada orang-orang yang mengerti industri kayu dan memilih jati untuk menjadi bisnis utamanya atau bahkan investasi untuk dirinya dan keluarga. Dengan harga bibit yang relatif murah, terutama bila dibandingkan dengan hasil penjualan yang bisa didapat, jati dijadikan instrumen investasi. Anda hanya perlu mengerti lebih dalam sistem budidayanya serta legalitas jati untuk dipelihara dan nantinya dijual. Industri jati dikelola dan diawasi oleh Perum Perhutani yang mewajibkan penanam, penjual, dan pengusaha jati untuk mengikuti aturan-aturan yang dibuat untuk melindungi penjual dan pembeli dan mencegah risiko pencurian dan penyelundupan.
4.          Pemanfaatan Jati sebagai Furnitur Sebagai perabot dan furnitur, jati yang sudah diolah hampir bisa dijadikan apa saja.
Mulai dari kusen pintu, jendela, dekorasi ukiran, meja makan, kursi, rangka tempat tidur, nakas, meja rias, dan perabot-perabot lainnya yang terbuat dari kayu. Pengolahan dan perakitan jati menjadi furnitur pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan diperlukan tenaga ahli dan pengrajin. Faktor ini juga yang membuat harga jati bernilai tinggi. Craftsmanship atau keahlian dari pengrajin jati ditambah dengan waktu tumbuh yang lama dan legalitas yang kompleks membuat nilai kayu jati terus-menerus naik setiap tahunnya. Walaupun begitu, memiliki pohon jati ataupun furnitur dari jati akan selalu menguntungkan karena nilainya yang berharga, keindahannya yang eksotis, dan kekuatannya yang tidak bisa dikalahkan oleh jenis kayu lainnya.


Jenis Jenis Kayu Jati
 Jati sendiri memiliki banyak sekali jenis, yang dikenal luas diantara masyarakat luas, diantaranya adalah :
1.    Jati unggul
2.    jati emas
3.    Jati super
4.    Jati jumbo
5.    Jati perhutani
6.    Jati utama
7.    Jati biotropika dan masih banyak lagi
Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati 
Syarat Tumbuh Budidaya Pohon Jati sebagai berikut:
1. Curah hujan 1500-2500mm/tahun.
2. Bulan kering 2-4 bulan.
3. Tinggi lokasi penanaman 10-1000 m dari permukaan laut.
4. Intensitas cahaya 75-100%.
5. Ph tanah 4-8.
6. Jenis tanah lempung berpasir, hindari tanah becek/rawa dan cada
Untuk itu bagi anda yang tertarik menanam pohon jati bisa mengikuti langkah-langkah cara menanam pohon jati berikut ini :
Proses pembibitan
Dalam proses pembibitan atau pembenihan sendiri, gunakan benih bunga jati yang kering yang jatuh di area pohon jati, anda bisa memilih biji pohon jati yang berkualitas baik, dengan ciri-ciri warna kulit telah menguning dan kering, berukuran besar, berbentuk bulat, padat serta tak mengkerut dan tidak mengalami cacat.
Keluarkan biji tersebut dari bunga, sebelum disemai rendam terlebih dahulu pada air hingga 3-4 jam.
Buat media semai dengan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag, tanam bibit atau benih ke dalam polybag dengan kedalaman  5 cm kemudian timbun menggunakan media yang sama di atasnya. Benih akan tumbuh benih-benih kecil,pada usia 47 hari setelah semai.
Penyiraman dan pemeliharaan bibit
Langkah menanam pohon jati yang baik dan benar adalah dengan pemeliharaan bibit dengan menyiramnya secara rutin tiap pagi – sore, namun jangan terlalu banyak agar benih tidak busuk.
Tempatkan persemaian di tempat yang teduh, agar terhindar dari sinar matahari langsung dan hujan. Pupuk bibit menggunakan UREA 1 kali dalam sebulan. Bibit siap pindah tanam setelah berusia 5 bulan setelah semai.
Tahap persiapan lahan
Taburkan pupuk kandang atau kompos ke media tanam sebanyak 2 ton per hektar, pemberian pupuk ini dilakukan 3-4 minggu sebelum pengolahan lahan. Kemudian gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak. Buat lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm dengan jarak antar lubang tanam 2,5×2,5m dan biarkan 2-3 minggu.
Tahap penanaman
Lepaskan plastik polybag dengan hati-hati, masukkan bibit pada lubang tanam, usahakan tetap dalam keadaan tegak. Tutup lubang menggunakan tanah kemudian padatkan pelan-pelan di area sekitar tanaman agar tanaman tidak roboh, lalu siram tanaman agar kelembaban tetap terjaga.
Tahap pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman/penanaman kembali, hal ini dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh, jarak penyulaman sebaiknya tidak terlalu lama agar pertumbuhan tanaman seragam, lakukan juga pemupukan dan penyiangan. Perlakuan seperti ini dilakukan intensif dari awal masa tanam hingga umur tanaman 5 tahun, selanjutnya dilakukan 3 bulan sekali. Lakukan pemangkasan atau perempelan cabang, hal ini dilakukan agar batang utama bisa tumbuh optimal dan lurus ke atas.
Tahap pemanenan

Masa panen tanaman jati biasanya ketika sudah berumur 12-15 tahun, akan tetapi sebaiknya anda sesuaikan dengan kebutuhan, jika anda akan menggunakan hasil panen untuk bahan bangunan, maka biasanya masa panen paling baik ketika pohon jati  telah berumur sekitar 20 tahun.
Tips Budidaya Jati
1.Persiapan lahan
Tanaman jati bagus dibudidayakan di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Mendapat curah hujan cukup yaitu antara 1.200 mililiter (mm) sampai 3.000 mm pertahun. Suhu udaranya 10 – 40 derajat Celcius, kecepatan angin 40 kilometer (km) per jam- 48 km per jam, serta tingkat keasaman (pH) tanah antara 5.5 – 7.5.
2.Penanaman
Untuk Proses penanaman kayu jati sendiri tidak jauh berbeda dengan tanaman pohon pada umumnya, yaitu dengan membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. Sedangkan jarak ideal tanaman jati adalah 3 meter (m) x 3 m. Pastikan jarak tanam antar pohon tidak terlalu dekat agar pohon mendapatkan cukup terkena matahari.
3.Pemupukan
Untuk mendapatkan keuntungan masa panen yang cepat tentunya juga perlu perawatan dan pemupukan. Awal tanam dilakukan pemupukan dengan diberikan pupuk kandang dan NPK dilubang tanam dengan takaran 3 sampai 5 kilogram pupuk kandang dan 200 gram NPK dalam satu lubang.
Pemupukan dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali dengan pupuk kandang dan NPK dengan dosis 250 gram. Jika tanaman jati sudah berumur lebih satu tahun, pemupukan dilakukan setahun sekali dan diberikan menjelang musim hujan.
Dengan perawatan dan pemupukan yang tepat, pohon jati bisa dipanen pada usia 5 tahun atau pohon sudah berdiameter 30 cm. Demikian sedikit gambaran Usaha Budidaya Jati Unggulan semoga membantu anda.
4.Panen
Untuk panen anda bisa tentukan sendiri lamanya tergantung dengan pertumbuhan kayu jati anda biasanya panen bisa dilakukan saat usia pohon mencapai usia antara 10 sampai 15 tahun.