Jumat, 22 April 2022

Perbanyakan Tanaman

 

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan generatif. Perbanyakan tanaman dengan cara generatif ini hasilnya kurang memuaskan karena tanaman yang tumbuh kurang seragam akibatnya mempengaruhi pada hasil produksi. Oleh karena itu banyak orang menggunakan perbanyakan tanaman secara vegetatif agar memperoleh tanaman yang umur, jenis, dan sifatnya sama dengan induknya.

Perbanyakan  secara vegetatif merupakan cara perkembangbiakan tanpa melalui proses peleburan dua gamet, artinya satu induk tumbuhan dapat memperbanyak diri menghasilkan keturunan yang memiliki sifat identik dengan induknya. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat terjadi secara alami atau buatan (artifisial). Ada banyak teknik perbanyakan yang dapat dilakukan untuk menghasilkan tanaman sesuai dengan yang diinginkan. Saat ini perbanyakan tanaman secara vegetatif banyak dilakukan. Baik itu melalui grafting, cangkok maupun budding. Cara-cara ini banyak diterapkan untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik dari kualitas induknya. 

Jenis Perbanyakan/Perkembangbiakan Secara Vegetatif

Perbanyakan/Perkembangbiakan secara vegetatif dibagi menjadi dua yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia dinamakan vegetatif alami. Sebaliknya, perkembangbiakan vegetatif yang melibatkan bantuan manusia disebut vegetatif buatan.

1.    Perkembangbiakan secara vegetatif alami

Perkembangbiakan vegetatif alami dimulai dari tumbuhnya tunas pada bagian tumbuhan. Tunas selanjutnya akan menjadi tanaman baru. Pada umumnya, tunas tumbuh pada ruas batang, ketiak daun, ujung akar, dan tepi daun. Tunas yang tumbuh pada ujung akar atau tepi daun disebut tunas adventif Jika tunas tumbuh dekat induknya dinamakan rumpun, seperti rumpun bambu dan rumpun pisang. 

Adapun jenis-jenis perkembangbiakan secara vegetatif alami adalah :

Ø Akar tinggal

Akar tinggal (rizoma) adalah batang yang tumbuh menjalar dalam tanah atau disebut juga akar tinggal, akar rimpang, atau akar tongkat. Tanaman yang berkembang biak dengan akar tinggal adalah lengkuas, jahe, alang-alang, kunyit, dan temulawak dan lain-lain.

Ciri-ciri akar tinggal:

·       Mirip akar tetapi berbuku-buku dan pada ujungnya terdapat kuncup;

·       pada setiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik;

·       pada setiap ketiak sisik terdapat tunas.

Adapun contoh tanamannya adalah :

·                     Umbi lapis

Bagian tanaman yang membengkak dalam tanah karena menyimpan cadangan makanan disebut umbi. Umbi lapis merupakan umbi yang berlapis-lapis dan tumbuh tunas di tengahnya. Umbi lapis baru yang berasal dari ketiak terluar akan tumbuh membentuk tunas. Pada umbi lapis, tunas tumbuh di antara daun dan cakram. Contoh tanaman yang berkembang biak dengan umbi lapis di antaranya adalah bawang, bunga bakung, bungan tulip, dan lain-lain.

·                     Umbi akar

Umbi akar merupakan bagian akar yang membesar karena berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Umbi akar dapat tidak mempunyai tunas dan tidak berbuku-buku. Tanaman yang berkembang biak dengan umbi akar, misalnya wortel dan dahlia.

·                     Umbi batang

Umbi batang adalah batang yang tumbuh membengkak dalam tanah. Bagian ini sesungguhnya merupakan cadangan makanan yang disimpan pada bagian batang. Jika umbi ini ditanam, tunas dapat tumbuh dan menjadi tanaman baru. Contohnya adalah kentang dan ubi jalar.

·                     Geragih (stolon)

Geragih adalah batang yang tumbuh dan menjalar di permukaan tanah. Geragih tersusun atas ruas-ruas. Setiap ruas yang menempel pada tanah akan membentuk akar dan tumbuh tunas baru. Tanaman baru akan tumbuh pada ruas-ruasnya dan tidak bergantung pada induknya. Jenis tanaman yang berkembang biak dengan geragih di antaranya adalah stroberi, pegagan atau antanan, dan rumput teki.

·                     Tunas adventif

Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh di luar bagian batang. Tunas ini tumbuh pada tepi daun, seperti cocor bebek. Selain pada tepi daun, tunas ini dapat tumbuh pada akar, seperti suskun dan kesemek.



·                     Spora

Spora terdapat pada tumbuhan paku, lumut, dan jamur. Spora terdapat di dalam kotak spora yang terletak di tepi daun tumbuhan paku. Contoh tumbuhan paku yang sering kita lihat untuk tanaman hias adalah suplir. Pada tepi daun suplir terdapat butiran yang merupakan kotak spora. Spora ini merupakan alat perkembangbiakan tanaman suplir.

 

2.           Perkembangbiakan secara vegetatif buatan

Tujuan dari perkembangbiakan secara vegetatif buatan adalah untuk memperoleh tumbuhan baru dengan cepat dan tidak bergantung pada musim. Pembiakan secara vegetatif buatan di antaranya adalah cangkok, stek, okulasi, enten, dan kultur jaringan. Berikut ini beberapa cara pembiakan secara vegetatif buatan :

·                     Cangkok 

Mencangkok adalah mengembangbiakkan tanaman agar cepat berbuah dan mempunyai sifat-sifat yang sama dengan induknya. Jika tanaman induknya berbuah manis, maka cangkokannya menghasilkan buah yang manis pula. Selain itu, mencangkok lebih cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan menanam bijinya.

Jenis tanaman yang biasa dicangkok adalah pohon buah-buahan, misalnya pohon mangga, beberapa jenis jeruk, berbagai jenis jambu, delima, belimbing manis dan lain sebagainya. Tanaman tersebut adalah tanaman berkayu yang mudah dicangkok. 

Pencangkokan ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman baru yang mempunyai sifat baik yang sama dengan induknya misalnya rasa buah dan agar tanaman lebih kuat terhadap hama penyakit (Harmann, 2004).

Walaupun mencangkok memiliki banyak keuntungan, namun teknik perbanyakan ini tidak lepas dari beberapa kelemahan. Berikut adalah keunggulan dan kelemahan dari cangkok.

 

Kelemahan dan kelebihan mencangkok

No

Kelebihan

Kelemahan

1

Sifat tanaman baru persis dengan induknya

Tidak dapat dilakukan secara besar-besaran

2

Tanaman dari bibit cangkok bisa menghasilkan buah dalam waktu relatif singkat (± 4 tahun)

Bibit cangkok sulit hidup di daerah yang air tanahnya rendah karena perakarannya pendek

3

Waktu yang diperlukan untuk perbanyakan relatif singkat (1-3 bulan)

Tidak memiliki akar tunggang

 

Adapun Langkah - langkah mencangkok adalah sebagai berikut berikut :

·                     Pilih cabang atau ranting yang tidak terlalu tua ataupun terlalu muda

·                     Kuliti hingga bersih cabang atau ranting tersebut sepanjang 5-10 cm.

·                     Kerat kambiumnya hingga bersih, dan angin-anginkan.

·                     Tutup dengan tanah, kemudian dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.

·                     Ikat pada kedua ujungnya seperti membungkus permen. Bila menggunakan plastik,lubangi plastiknya terlebih dahulu agar air siraman bisa keluar dan tanah tidak terlalu basah.

·                     Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiramnya setiap hari (jika musim kemarau).

·                     Setelah banyak akar yang tumbuh, potong cabang atau ranting tersebut, kemudian tanam di pot. Setelah tumbuh dengan baik baru ditanam di tanah.



·                     Stek 

 

Stek adalah cara mengembangbiakkan tanaman dengan menggunakan bagian dari batang tumbuhan tersebut.  Bagian tanaman yang dapat ditanam dapat berupa batang, tangkai, atau daun. Tidak semua tumbuhan dapat disetek. Stek daun dapat dilakukan pada tanaman cocor bebek dan begonia. Stek akar dapat dilakukan pada tanaman sukun dan stek batang dapat dilakukan pada tanaman singkong. Stek tangkai dapat dilakukan pada tanaman mawar. Contoh tanaman yang dikembangbiakan dengan stek adalah ubi kayu, tebu, kangkung, dan mawar.  

Stek bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan cara stek cabang, stek akar, stek daun, stek umbi, dan lain-lain.

Kelemahan dan kelebihan stek

No

Kelebihan

Kelemahan

1

Tak terkendala musim/waktu

Lebih Rumit dibandingkan dengan biji

2

Individu baru mempunyai umur yang sama dengan induknya sehingga cepat berbuahah

Harus memiliki Pohon Induk 

3

Individu baru mempunyai sifat yang sama dengan induknya

Lebih mahal dibandingkan biji

4

Bisa memperbanyak secara kontinyu

Perakaran lebih lemah dibandingkan biji




·                     Sambung/Grafting

Grafting atau ent, adalah istilah asing yang sering kita dengar, arti dari kata tersebut adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan, kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.

Menyambung atau grafting bertujuan menggabungkan dua sifat unggul dari individu yang berbeda. Misalnya, untuk menyokong tumbuhan dibutuhkan jenis tumbuhan yang memiliki akar kuat. Sementara untuk menghasilkan buah atau daun atau bunga yang banyak dibutuhkan tumbuhan yang memiliki produktivitas tinggi. Tumbuhan yang dihasilkan memiliki akar kuat dan produktivitas yang tinggi. Contoh tumbuhan yang bisa disambung adalah tumbuhan yang sekeluarga. Contohnya, tomat dengan terung.

 

Kelebihan dan kelemahan sambung atau grafting

No

Kelebihan

Kelemahan

1

Mengekalkan sifat klon yang tidak dilakukan oleh pembiakan vegetatif lainnya.

Bagi tanaman kehutanan, kemungkinan jika pohon sudah besar gampang patah jika ditiup angin kencang

2

Bisa memperoleh tanaman yang kuat karena batang bawahnya tahan terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan.

Tingkat keberhasilannya rendah jika tidak cocok antara  sciondan rootstock

3

Memperbaiki jenis tanaman yang telah tumbuh, sehingga jenis yang tidak diinginkan diubah menjadi jenis yang dikehendaki.

-

4

Dapat mempercepat berbuahnya tanaman.

-

 

Adapun Langkah - langkah grafting adalah sebagai berikut berikut :

·                     Pilih tanaman untuk batang bawah dan batang atas yang sehat. Batang bawah berdiameter lebih besar daripada batang atas.

·                     Gunakan pisau steril dan tajam, untuk memotong batang bawah dengan bentuk huruf V, dan potong batang atas dengan bentuk V terbaik. Panjang batang atas idealnya 3-8 cm.

·                     Masukkan batang atas tersebut ke dalam celah batang bawah, lalu ikat sambungan itu dengan sealtape, atau potongan plastik bening (dari kantong plastik gula pasir). Usahakan sambungan tidak terkena air.

·                     Untuk mengurangi penguapan dan mempercepat tumbuhnya tunas, sisakan 2-4 helai daun pada batas atas; dan potong daun tersebut menjadi setengahnya atau pangkas semua daun.

·                     Bungkus batang yang disambung tadi dengan kantong plastik, dan letakkan di tempat teduh selama sekitar 7-10 hari.

·                     Dalam kurun waktu itu akan terlihat munculnya tunas daun. Buka kantong plastiknya; dan taruh di bawah matahari. 



·                     Tempel (Okulasi)

 

Menempel atau okulasi adalah menempelkan tunas pada batang tanaman sejenis yang akan dijadikan induk. Tumbuhan yang akan ditempeli harus yang kuat. Tempel (okulasi) bertujuan menggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat. 

Kelebihan dan kelemahan okulasi

No

Kelebihan

Kelemahan

1

Dengan cara okulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi.

Terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas (entres)

2

Pertumbuhan tanaman yang seragam

Perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini.

3

Penyiapan benih relatif singkat

Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemngkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.

 

Adapun Langkah - langkah okulasi adalah sebagai berikut berikut :

·                     Siapkan batang bawah, umur tanaman tergantung dari jenis tanaman apa yang akan diokulasi. 

·                     Siapkan batang atas berupa kulit kayu dan mata tunas dari induk tanaman yang berkualitas baik dan memiliki sifat unggul.

·                      Iris dan sayat batang bawah dengan panjang 2-3 cm, lebar 1-1,5 cm.

·                     Sisipkan mata tunas ke irisan yang telah dibuat pada batang bawah, lakukan dengan cepat. Jangan sampai luka sayatan kering. Pastikan tidak ada celah antara luka sayatan dengan mata tunas.

·                     Ikat tempelan menggunakan tali rafia, arah pengikatan dari bawah ke atas sehingga tali tersusun rapat seperti genting dan tidak ada celah kecuali pada bagian mata tunas.

·                     Setelah 2 minggu, lihat mata tunas. Jika berwarna hijau kemerahan atau hitam berarti okulasi gagal. Sedangkan jika warnanya masih hijau segar dan melekat pada batang pokok berarti okulasi berhasil dan ikatannya sudah boleh dilepas. Waktu pengikatan bisa sampai 3 minggu.

·                     Bila telah ada kepastian bahwa mata tempelan sudah hidup, segera potong batang yang berada di atas mata tempelan, tujuannya agar sumber makanan tertuju pada tunas dari tempelan. Jika tidak, tempelan akan mati. Panjang pemotongan batang dan jarak pemotongan dari mata tempelan berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman yang diokulasi.

·                     Kultur jaringan

Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara memperbanyak jaringan mikro tanaman yang ditumbuhkan dengan cara in vitro menjadi tanaman yang sempurna dalam jumlah yang tidak terbatas. Dengan dasar tumbuhan memiliki sifat totipotensi sel, yaitu kemampuan untuk membelah diri dengan kondisi lingkungan yang sesuai.

Teknik kultur jaringan telah digunakan dalam membantu produksi tanaman dalam skala besar melalui mikropropagasi atau perbanyakan klonal dari berbagai jenis tanaman. Jaringan tanaman dalam jumlah yang sedikit dapat menghasilkan ratusan atau ribuan tanaman secara terus menerus. 

D.          Faktor yang mempengaruhi perbanyakan tanaman

Adapun faktor – faktor yang dapat mempengaruhi perbanyakan tanaman dalah :

1.           Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan

Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti. 

2.           Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara

Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

3.           Faktor Cahaya Matahari

Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warnatanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.

4.           Faktor Hormon

Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.

 

Rabu, 19 Januari 2022

Penghijauan sebagai Salah Satu Upaya Pelestarian Hutan

 

Penghijauan merupakan sebuah kata yang dipakai untuk menggambarkan aktivitas menanam pohon. Hal ini tentu saja karena pohon mempunyai daun sebagai bagian yang berwarna hijau, maka dari itu untuk menggambarkan kegiatan menana pohon kata yang digunakan adalah penghijauan. Penghijauan banyak dilakukan masyarakat sebagai salah satu , mengingat bahwa pohon mempunyai banyak sekali manfaat, tidak hanya bagi lingkungan atau alam, namun juga bagi makhluk hidup baik manusia maupun binatang.

 Pohon yang ditanam dalam aktivitas penghijauan boleh bermacam- macam jenis pohon. Biasanya pohon yang ditanam adalah pohon- pohon yang mempunyai banyak fungsi, seperti sebagai penyimpan air di dalam akar, yang mempunyai kayu yang serbaguna, atau yang berbuah lebat. Beberapa jenis pohon yang biasa ditanam dalam aktivitas penghijauan adalah pohon bakau, pohon jati, pohon akasia, dan lain sebagainya. Penghijauan biasanya dilakukan ditempat- tempat yang belum banyak ditumbuhi oleh pepohonan dan perlu untuk ditanami pepohonan, seperti area lapang di perkotaan (semacam taman kota), pinggir jalan, di batas pemisah jalan, dan lain sebagainya. Selain itu, penghijauan biasanya juga dilakukan di lingkungan sekolah untuk menanamkan rasa cinta lingkungan kepada siswa, dan sikap peduli terhadap alam.

Perbedaan penghijauan dengan Reboisasi

Kita sudah mengenal penghijauan dari penjelasan di atas. Selain penghijauan pasti kita pernah mendengar kata . Ya, reboisasi juga merupakan salah satu kata yang berhubungan dengan pohon. Kita sering mendengar reboisasi merupakan penghijauan yang dilakukan di hutan gundul. Dengan demikian, yang dimaksud dengan reboisasi merupakan penanaman hutan kembali, yakni hutan yang sudah gundul agar dapat berfungsi dengan baik, yakni sesuai dengan peruntukkannya lagi.

Mengenai penghijauan dan reboisasi dalah sebuah aktivitas atau kegiatan yang mirip, bahkan terlihat sama. Letak kesamaan di keduanya adalah sama- sama menanam pohon di suatu lahan. Tujuan dari menanam pohon inipun juga sama, yakni agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan lebih sehat karena banyak mempunyai pepohonan yang berperan sebagai paru- paru dunia. Meskipun keduanya mirip, bahkan terbilang sama, namun antara penghijauan dan reboisasi ini mempunyai perbedaan seperti yang telah disebutkan di atas.

Manfaat Pohon

Penghijauan merupakan salah satu perbuatan mulia. Mengapa? Tentu saja karena pohon merupakan makhluk Tuhan yang mempunyai segudang manfaat. Sebelum membahas mengenai manfaat penghijauan, sebaiknya kita mendengar dahulu mengenai manfaat dari pohon. Beberapa manfaat dari pohon antara laun sebagai berikut:


·        Sumber penghasil oksigen

Pohon merupakan makhluk hidup yang sangat penting karena pohon adalah sumber oksigen atau penghasil oksigen yang paling besar. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya oksigen merupakan gas yang paling dibutuhkan oleh manusia, karena manusia memerlukannya untuk bernafas. Dengan demikian kehadiran oksigen sangat diperlukan. Sejalan dengan aktivitas manusia sehari- hari kita dapat membayangkan berapa banyak oksigen yang digunakan untuk bernafas oleh manusia dan diubah menjadi karbondioksida. Karena manusia harus selalu bernafas, maka stock oksigen pun tidak boleh habis. Pohon menghasilkan oksigen di siang hari karena proses fotosintesisnya. Maka dari itulah kita seringkali merasa lebih sejuk ketika berada di bawah pohon pada siang hari. Semakin banyak pepohonan maka akan semakin banyak oksigen yang dihasilkan.

·        Menyerap air dan mengunci di akarnya

Selain sebagai sumber oksigen, fungsi pohon yang juga utama adalah menyerap air dan menguncinya ke dalam akar. Dengan demikian air yang terserap ke dalam akar bisa bertahan di sana dan kita mengenalnya sebagai air tanah . Air tanah sangat banyak sekali manfaatnya, selain menyuburkan tanah, air tanah juga dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan manusia. Dengan menyerap air ke dalam tanah, maka pohon telah menabung debit air yang ada di bumi. Dengan menguncinya di dalam tanah maka air tidak akan mudah untuk hilang lagi. Dengan demikian, pohon sangat penting kaitannya dengan penyimpanan air yang berasal dari hujan.

·        Mencegah terjadinya banjir

Secara tidak langsung keberadaan pepohonan di bumi dapat mencegah terjadinya banjir. Mengapa demikian? Hal ini karena fungsi pohon yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni menyerap adanya air di dalam bumi. Air yang diserap ke dalam tanah mengurangi debit air yang ada di permukaan bumi, sehingga tidak terjadi kelebihan air dan tidak terjadi  . Maka dari itu di beberapa area yang banyak ditanami pohon, kita jarang melihat bencana banjir terjadi. Hal ini karena sirkulasi air terjaga dan air tersimpan ke dalam tanah berkat keberadaan akar- akar pohon. Semakin besar ukuran pohon, maka kapasitas untuk menyimpan air di dalamnya semakin besar pula. Jenis akar pepohonan juga mempengaruhi banyak sedikitnya air yang terserap ke dalam tanah, maka dari itulah kita sebaiknya memilih jenis pohon yang sangat sesuai dengan fungsi yang kita harapkan.

·        Mencegah terjadinya tanah longsor

Pepohonan selain dapat mencegah terjadinya banjir, juga dapat mencegah terjadinya . Tanah longsor merupakan bencana alam yang berupa longsornya tanah di area tinggi. keberadaan akar- akar pohon dapat memperkuat struktur tanah sehingga membuatnya tidak mudah mengalami longsor. Pohon juga semakin membuat tanah menjadi padat karena akar- akarnya, tanah yang padat tentu tidak akan mudah mengalami longsor. Maka dari itulah di tanah yang mempunyai struktur miring, perlu di tanami banyak pepohonan untuk memperkuat struktur tanahnya sehingga tidak mudah mengalami kelongsoran. Seperti yang kita lihat di daerah pegunungan, kita mendapati banyak pohon yang ditanam di daerah pegunungan  terutama di lahan miringnya. Dan hal itu membuat daerah pegunungan tersebut idak mudah mengalami longsor.

·        Mengatasi kekeringan

Fungsi dari pepohonan yang selanjutnya adalah mengatasi kekeringan. Hal ini juga tidak lepas dari fungsi akar pohon yang menyerap air. Akar- akar pepohonan yang menyerap air, akan menyimpannya di dalam tanah. Air yang tersimpan di dalam tanah akan bisa digunakan sewaktu- waktu, terlebih ketika musim kemarau datang. Ketika musim kemarau tiba, kita tidak mempunyai banyak cukup air seperti ketika musim hujan. Dengan demikian kita memerlukan air dari sumber- sumber di dalam tanah. Jika kita banyak menanam pohon, maka air yang tersimpan di dalam tanah pun jumlahnya juga banyak. Sebaliknya, jika kita tidak menanam pohon, maka tidak ada air yang tersimpan di dalam tanah sehingga sangat sulit bagi kita untuk menemukan sumber air di dalam tanah tersebut.

Nah, itulah beberapa fungsi atau manfaat dari pepohonan yang mana menjadikan kita untuk banyak menanam pohon. Pepohonan sangat banyak manfaatnya, selain bagi lingkungan seperti yang telah dijelaskan di atas, pepohonan juga dapat mengindahkan lingkungan, menyejukkan mata dan memberikan tempat tinggal seta makanan bagi berbagai macam makhluk hidup.

Manfaat Penghijauan

Kita telah mengetahui tentang pohon dan juga segudang manfaat yang dipunyainya. Karena pohon mempunyai banyak manfaat, tentu saja menanam pohon merupakan perbuatan yang mulia dan mempunyai banyak manfaat pula. Apa saja manfaat yang akan dihasilkan ketika kita melakukan penghijauan? Beberapa manfaat yang dapat dihasilkan dari program penghijauan antara lain sebagai berikut:

·        Mencegah banjir

Manfaat penghijauan sejatinya sama seperti manfaat pohon seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Namun penghijauan menjadi semakin banyak manfaatnya karena pohon yang ditanam lebih dari satu. Salah satu manfaat penghijauan adalah mencegah terjadinya banjir. Hal ini sangat bermanfaat apabila dilakukan di daerah perkotaan, dimana aktivitas padat sehingga lebih banyak bangunan daripada lahan kosong. Oleh karena banyaknya bangunan, sehingga di kota sangat jarang ditemukan tanah lapang. Jalan- jalan dan halaman rumah pun rata- rata sudah dilapisi semen atau aspal sehingga air hujan tidak dapat terserap masuk. Ditambah dengan saluran air yang kurang efektif dan juga banyaknya sampah, akan membuat banjir lebih berpotensi terjadi. Oleh karena itu sangat penting bagi warga perkotaan untuk melakukan pengijauan, khususnya di tengah kawasan penduduk seperti hutan atau taman kota, di halaman warga atau di pinggir jalan supaya potensi terjadinya banjir lebih berkurang.

·        Menjaga kualitas air

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa adanya air, maka dari itulah air harus dilestarikan. Selain dilestarikan, air juga perlu untuk dijaga kualitasnya karena air merupakan minum bagi manusia. salah satu cara untuk menjaga kualitas air di sekitar kita adalah dengan melakukan penghijauan. Akar- akar pohon yang kita tanam akan menyerap air hujan yang turun kemudian akan menguncinya di dalam tanah. Akar pohon juga berfungsi untuk menyaring air sehingga air tanah menjadi lebih bersih, lebih jernih dan lebih berkualitas dibandingkan dengan air hanya diserap oleh tanah saja tanpa melalui penyaringan dari akar pohon. Maka dari itulah penghijauan bisa dilakukan setidaknya di halaman rumah sendiri.penduduk seperti hutan at

·        Mengurangi polusi udara

Dengan melakukan penghijauan kita juga bisa mengurangi terjadinya polusi udara merupakan hal yang sangat sulit dihindari di era modern ini, terlebih di daerah perkotaan yang full dengan kendaraan dan juga mesin- mesin pabrik. Oleh karena itulah polusi udara lebih banyak ditemukan di perkotaan daripada di desa. Selain di desa penggunaan mesin atau kendaraan lebih sedikit daripada dikota, di desa juga lebih banyak ditemukan pohon. Pohon melakukan fotosintesis di siang hari. fotosintesis akan menghasilkan oksigen yang akan memerangi berbagai gas yang tidak baik akibat dari polusi udara. Maka dari itulah gas- gas jahat akan bisa dikontrol oleh gas baik dari hasil fotosintesis pohon- pohon ini dan polusi udara pun bisa dikurangi. Maka dari itulah kita lebih bisa merasakan sejuk dan segar ditempat yang banyak mempunyai pohon daripada di tempat yang gersang tanpa pohon. Meskipun menggunakan pendingin udara, namun kesegaran yang dihasilkan berbeda dengan kesegaran alami oleh pohon. Dengan demikian penghijuan sangat perlu di lakukan terlebih di daerah perkotaan yang menghasilkan lebih banyak polutan, seperti di jalan- jalan atau di tengah kota.

·        Melindungi satwa

Manusia mempunyai tempat tinggal berupa rumah, sementara rumah bagi binatang adalah di pepohonan. Banyak jenis binatang yang tinggal di pepohonan, seperti burung, tupai, dan berbagai serangga. Dengan demikian apabila kita melakukan penghijauan dengan menanam berbagai jenis pohon, maka secara tidak langsung kita ikut melestarikan berbagai macam satwa. Selain itu, dengan mendengar kicauan burung atau suara serangga lainnya akan membuat pikiran dan hati menjadi tenang. Hal ini akan sekaligus menjadi terapi bagi kita, terutama yang tinggal diperkotaan dan disibukkan oleh pekerjaan yang sangat banyak. Maka dari itu, tidak ada salahnya melakukan penghijauan setidaknya di sekitar rumah kita sendiri.

·        Pengontrol iklim

Penghijauan juga sangat berperan bagi pengontrol iklim. Iklim sangat berkaitan dengan cuaca yang ada di sekitar kita. Akhir- akhir ini iklim sedikit sulit diprediksi karena pengaruh pemanasan global. Pemanasan global terjadi karena disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah gas- gas rumah kaca yang dihasilkan oleh polusi udara. Maka dari itulah perlu sekali untuk dilakukan penanaman pohon atau penghijauan agar dapat memerangi berbagai macam gas- gas tidak baik tersebut agar iklim lebih terkontrol. Ketika iklim telah terkontrol maka cuaca menjadi lebih teratur dan cuaca menjadi lebih mudah untuk diprediksi.

·        Mengurangi dampak hujan asam

Selain menjadi pengontrol iklim, penghijauan juga dapat mengurangi dampak hujan asam.  merupakan hujan yang turun dan mempunyai tingkat keasaman atau Ph dibawah 5,6. Hujan asam biasanya terjadi di daerah yang banyak polusi udaranya. Maka dari itulah perkotaan sangat membutuhkan pepohonan dan salah satunya adalah untuk mengurangi dampak hujan asam. Perlu kita ketahui bahwasannya hujan asam akan banyak menimbulkan dampak seperti mudah menyebabkan besi menjadi karatan dan lain sebagainya. Pepohonan akan memeragi gas- gas tidak baik, khususnya golongan polutan udara agar tidak menimbulkan terjadinya hujan asam.

·        Mengurangi debu

Keberadaan polusi udara tidak hanya identik dengan gas- gas polutan yang berbahaya, namun juga berhubugan dengan partikel debu- debu kecil yang berterbangan di udara. Debu- debu banyak ditimbulkan oleh kendaraan yang berlalu lalang dan juga oleh berbagai macam mesin- mesin yang bersifat modern. Debu- debu ini apabila tidak dikontrol dan dikendalikan jumlahnya maka akan membuat berbagai macam masalah. Maka dari itulah debu- debu tersebut harus dikurangi jumlahnya. Salah satu caranya untuk mengurangi debu- debu tersebut adalah dengan menanam pepohonan. Pepohonan rimbun dengan banyak daun akan membuat debu- debu menjadi berkurang jumlahnya dan hal ini akan membuat udara dan lingkungan menjadi lebih bersih daripada jika tidak ada pepohonan di suatu tempat. an dengan partikel debu- debu kecil

·        Mencegah terjadinya efek rumah kaca

Penghijauan atau penanaman pohon juga akan mencegah terjadinya efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan peristiwa yang disebabkan oleh gas- gas jelek hasil polusi udara, seperti karbondioksida, karbon monoksida, dan gas- gas lainnya. Gas- gas tersebut apabila banyak dihasilkan di bumi dari asap- asap kendaraan, akan naik ke atas dan berkumpul di atmosfer bumi. Ketika sinar matahari memasuki bumi maka sinar matahari tersebut terjebak dan sulit untuk kembali seperti sistem rumah kaca. Dengan demikian, banyak sinar matahari yang terjebak di dalam bumi membuat suhu bumi menjadi hangat atau lebih panas daripada biasanya dan apabila dibiarkan dalam waktu lama, maka akan menyebabkan berbagai dampak yang bersifat negatif. Maka dari itulah sangat penting bagi manusia untuk melakukan penghijauan, karena efeknya akan sangat signifikan terutama untuk mencegah pemanasan global.

·        Mempertegas arah jalan

Penghijauan adalah salah satu hal yang dapat kita gunakan untuk mencari petunjuk jalan, karena dapat mempertegas arah jalan. Kita past pernah melewati jalan besar di tengah kota, dimana jalan tersebut bercirikan tanaman- tanaman yang berjajar di tengah- tengah (pembatas jalan) maupun di pinggir jalan. Apabila kita sampai di pertigaan atau perempatan, dan sebagainya terkadang kita bingung. Apabila tidak menemukan tanda atau petunjuk jalan, maka salah satu yang dapat kita lakukan adalah degan mengikuti arah pepohonan yang telah ditanam. Dengan demikian kita tidak terlalu kesulitan, karena biasanya pohon- pohon ditanam mengikuti jalur atau rute jalan tertentu.

·        Melindungi pejalan kaki dan pengendara sepeda

Tata kota yang baik adalah kota yang memiliki area hijau untuk para pejalan kaki. Car free area dan juga pedestrian sangat diperlukan untuk menjaga kebiasaan masyarakat untuk berjalan kaki dan juga bersepeda, karena sejatinya kendaraan tidak bagus karena menimbulkan banyak polusi udara. Area khusus untuk pejalan kaki dan juga pengendara sepeda akan lebih sejuk dengan menambahkan banyak pepohonan disana. Selain tidak akan kepanasan, masyarakat juga akan merasakan kesejukan karena adanya pepohonan. Car free are dan pedestrian area biasanya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat duduk yang akan digunakan untuk santai- santai, sehingga kehadiran pepohonan akan semakin menambah indah pemandangan.

·        Bahan baku pupuk kompos

Siapa sangka dengan melakukan penghijauan, selain mendapatkan manfaat untuk lingkungan juga bisa membuat persediaan pupuk kompos. Dedauan dari pohon yang gugur dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakum membuat pupuk kompos. Cara membuat pupuk kompos adalah dengan membuat cekungan besar atau semacam lubang. Setelah itu dedaunan dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup. Setelah itu biarkan hingga beberapa hari, maka dedaunan itu akan membusuk secara alami dan menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos yang merupakan pupuk alami dapat digunakan untuk menyuburkan berbagai jenis tanaman.

·        Memperindah pemandangan

Pepohonan yang ditanam di suatu tempat secara tidak langsung membuat pemadangan menjadi lebih indah dan lebih segar, sehingga siapapun yang memandangnya menjadi tidak bosan. Selain memperindah pemandangan, memandangi pemandangan hijau juga akan membuat pikiran lebih fresh dan hati lebih tenang. Sehingga menumbuhkan banyak inspirasi bagi kita.

·        Pemecah angin

Pepohonan juga dapat menjadi pemecah angin. Angin kencang yang terjadi, misal ketika hujan turun, maka angin kencang dapat dipecah oleh pepohonan sehingga kekuatannya tidak sampa menimbulkan banyak kerusakan. Karena dapat memecah kekeuatan angin, maka pepohonan menjadi sangat penting sebagai pelindung dari datangnya angin kencang supaya tidak menimbulkan banyak kerusakan.

·        Desain interior bangunan

Akhir- akhir ini, sejalan dengan kreativitas manusia yang semakin bertambah, lebih banyak yang menyukai desain ruangan berkonsep outdoor alami, misalnya ditengah- tengah pepohonan. Selain pemandangannya lebih indah dan membukan pikiran kita (menumbuhkan banyak inspirasi), konsep ruangan outdoor ini juga dapat menghemat linstrik karena kita tidak perlu memasang banyak AC untuk membuat cuaca menjadi dingin. Maka dari itulah penghijauan penting juga untuk dilakukan sebagai salah satu alternatif desain.

·        Alternatif sarana belajar

Belajar tidak melulu di kelas. Sekali- kali mengajak anak- anak untuk belajar di tengah- tengah pepohonan akan menambah betah belajar dan tidak bosan.

Nah, itulah beberapa manfaar dari penghijauan. Penghijauan dapat kita lakukan mulai dari lingkungan sekitar tempat tinggal kita sendiri, misal di halaman rumah. Setelah dimulai dari diri sendiri, kita juga bisa mengajak tetangga dan teman kita untuk sama- sama melakukan penghijauan.



 

Sabtu, 11 Desember 2021

Penanaman pohon beringin (Ficus benjamina) di sekitar sumber mata air sebagai salah satu upaya penyelamatan sumber mata air

 

Pohon beringin atau dalam Bahasa Jawa disebut waringin adalah salah satu spesies dari keluarga Moracear dan masih berkerabat dengan pohon nangka. Pohon besar ini bermanfaat bagi lingkungan, terutama karena kemampuannya dalam menyimpan air.



Selain mempunyai keunikan berupa akar gantung, pohon ini juga memiliki buah semu. Biasanya pohon ini juga ditanam di alun-alun berbagai kota di Indonesia, serta disudut persimpangan jalan.

Masyarakat Indonesia percaya jika disekitar pohon beringin merupakan lokasi angker. Mitos tersebut bukan tanpa sebab, karena pada umumnya beringin yang dianggap keramat telah berusia tua bahkan hingga ratusan tahun.

Taksonomi

Secara ilmiah, pohon besat dengan akar gantung ini diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom

Plantae

Divisi

Magnoliophyta

Kelas

Magnoliopsida

Ordo

Urticales

Famili

Moraceae

Genus

Ficus

Subgenus

Conosycea

Spesies

Ficus benjamina

Ciri dan Morfologi

Pohon ini dengan mudah dapat dikenali karena mampu tumbuh sangat besar dan memiliki karakteristik unik.

Beringin memiliki akar tunggang yang menyebar ke tanah dan sanggup menopang ukuran pohonnya yang besar. Perakarannya berbentuk mirip jaring dan berfungsi sebagai safety nutrition network atau jaring pengaman nutrisi.

Bentuk batang beringin bentuknya seperti batang pohon lainnya, berbentuk silindris, betekstur kasar dan memiliki percabangan simpodial. Batang simpodial adalah jenis batang dengan banyak percabangan serta tidak memiliki satu batang utama. Diameter batang beringin dapat mencapai 2 meter. Daun beringin berbentu oval dengan bagian ujung meruncing dan pangkalnya tumpul. Pertumbuhan daunnya berseling dan tulang daunnya menyirip.

Pohon beringin juga menghasilkan bunga berjenis tunggul yang tumbuh di ketiak daun atau cauliflora. Bentuk tangkai bunga beringin silindris dengan kelopak mirip corong dan berwarna hijau. Mahkota bunganya bulat dengan warna kuning kehijauan, sedangkan benang sari dan putiknya berwarna kekuningan.

Beringin menghasilkan buah semu atau fig yang menjadi sumber makanan hewan-hewan disekitarnya. Bentuk buahnya bulat dan berwarna hijau saat buah masih mudah.

Bentuk tajuk beringin membulat dan lebar, faktor ini pula yang menjadikan pohon ini kerap di tanam di alun-alun atau persimpangan jalan sebagai naungan dan tempat berteduh.

Pertumbuhan pohon beringin dapat mencapai 15meter hingga 25 meter, bahkan di hutan alam juga terdapat beringin dengan tinggi lebih dari itu. Dari karakteristik yang dimilikinya, beringin termasuk pohon berukuran besar.

Habitat

Umumnya pohon beringin banyak ditemukan di kawasan hutan tropis pada ketinggian 600 mdpl. Namun pohon ini juga dapat tumbuh di daerah hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi, serta daerah terbuka.

Spesies ini dapat tumbuh diberbagai wilayah akrena memiliki kemampuan cukup baik adaptasi terhadap lingkungan. Bahkan juga dapat tumbuh di daerah karst karena perakaran beringin sanggup menembus celah-celah batuan disekitarnya.

Beringin yang tumbuh liar biasanya berada disekitar sumber air, seperti danau, telaha, mata air, sungai dan sebagainya. Pohon ini menyukai kawasan dengan curah hujan yang tinggi, serta akarnya mampu menyimpan air dengan baik. Pohon beringin yang telah berusia tua tidak terlalu terpengaruh dengan kekeringan dan akan tetap hidup dengan baik.



Keunikan Pohon Beringin

Salah satu ciri utama beringin adalah adanya akar gantung yang tumbuh dari percabangannya. Fungsi akar gantung adalah untuk respirasi. Akar gantungnya berwarna cokelat, tumbuh kebawah dan akan masuk ke dalam tanah untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah.

Pohon ini sangat toleran terhadap sinar matahari. Beringin dapat hidup di tempat yang ternaungi ataupun di tempat yang terkena paparan sinar matahari secara penuh. Selain itu, beringin juga toleran terhadap jenis tanah yang menjadi tempat tumbuhnya. Pohon ini mampu beradaptasi pada tanah liat, berpasir, asam, basah, serta basah maupun kering sehingga tahan terhadap kondisi kekeringan.

Sistem perakaran beringin yang masuk sangat dalam ke tanah dapat menyimpan air tanah secara baik. Manfaat lingkungan yang dapat diambil yaitu sebagai penahan longsoran dan erosi.

Siklus hidup pohon beringin sangatlah lama, salah satunya adalah beringin berusia ratusan tahun yang berada di alun-alun kota Yogyakarta. Saking tuanya dan besarnya ukuran pohon ini, masyarakat secara turun temurun mengaitkannya dengan mitos-mitos atau hal gaib.

Manfaat Beringin

Beringin adalah salah satu pohon yang bisa dimanfaatkan untuk melestarikan sumber mata air. Penanaman pohon dengan karakteristik perakaran yang kuat, tumbuh ke dalam dan jumlahnya banyak sangat baik untuk membuka rekahan tanah. Sehingga titik mata air akan bertambah seiring dengan pertumbuhan ukuran akarnya.

Perakaran beringin dianggap mampu menembus lapisan air tanah dangkal dan dapat membuka aliran permukaan baru sehingga menjadi mata air. Oleh karena itu, pohon ini mempunyai jasa lingkungan yang sangat bermanfaat untuk kelestarian mata air, penahan erosi dan tanah longsor.

Bentuk percabangan, perakaran dan pertumbuhan kanopi beringin juga dapat menahan benturan air hujan terhadap permukaan tanah, sehingga proses infiltrasi ke tanah menjadi lancar karena kerusakan lapisan tanah dapat dicegah. Selain itu, pohon beringin juga mampu mengurangi penguapan yang terjadi di dalam tanah dan mampu menjaga ketersediaan air di sekitarnya.

Buah beringin memiliki kandungan saponin, flavonoid dan polifenol. Akan tetapi, pemanfaatan buahnya belum terlalu diekspos.

Beringin juga bermanfaat untuk penahan angin, karena memiliki tajuk dan kanopi lebar, serta batang pohon yang kuat. Diameter batang akan terus tumbuh sesuai usianya dan akan semakin besar dengan tambahan akar gantung yang membalut batangnya. Tajuknya yang lebar juga memberikan keteduhan bagi flora dan fauna dibawahnya.

Bagian beringin yang bisa digunakan sebagai obat herbal adalah daunnya, biasanya daun beringin dimanfaatkan untuk mengobati sariawan. Caranya adalah dengan mencucui daun beringin kemudian merebusnya. Selain itu, daunnya juga bermanfaat untuk mengobati radang saluran nafas, flu, batuk rejan, radang usus, disentri dan kejang akibat demam.